Mobil Ikan Kalimantan Siap Berlomba di Level Asia

Oleh Dimas Wahyu pada 01 Mar 2018, 11:39 WIB
Diperbarui 01 Mar 2018, 11:39 WIB
Foto by Shell
Foto by Shell

Otosia.com Mobil berbentuk ikan garapan tim Wasaka yang merupakan para mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, akan turut dalam ajang Shell Eco-marathon Asia 2018 di Singapura.

Bentuk ikan yang menginspirasi desainnya adalah ikan haruan, yakni ikan khas masyarakat Kalimantan Selatan. Biasanya, ikan ini menjadi “pendamping wajib” masakan ketupat Kandangan.

Selain karena bentuknya sebagai ciri khas kedaerahan dan lebih jauh menunjukkan keragaman budaya Indonesia bagi mata internasional, aerodinamika pada mobil ikan dengan nama "Bauntung Evo.04" itu menjadi salah satu keutamaan.

Pasalnya, mobil Bauntung masuk kategori Prototype, yang berfokus pada desain untuk mengurangi hambatan dan memaksimalkan tingkat efisiensi. Mereka pun memilih bahan bakar bensin pada mobil tersebut.

“Dari awal terbentuknya Tim Wasaka, kami memutuskan menggunakan bahan bakar bensin dan memang fokus pada pengembangannya. Hal itu juga terkait dengan daerah Kalimantan Selatan yang mayoritas masih menggunakan bahan bakar bensin,” ujar Aries Aditya Kurniawan, mahasiswa Teknik Mesin yang menjadi Ketua Tim Bauntung Evo.04.

"Bauntung" yang dalam bahasa Banjar memiliki arti "keberuntungan" diharapkan dapat membawa keberuntungan kepada mereka tahun ini. Simbolisasi lain ada pada warna biru putih pada mobil yang melambangkan kampus Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat.

Seperti tahun sebelumnya, tim-tim terbaik dari setiap kategori dan jenis bahan bakar di Shell Eco-marathon Asia 2018 akan kembali turun dalam kompetisi Drivers’ World Championship-Asia Regional, yang akan diadakan pada 11 Maret 2018 di Singapura.

Di kompetisi ini, akan dipilih kendaraan hemat energi yang tercepat. Pemenangnya akan mewakili Asia di ajang Drivers’ World Championship Final di London, Inggris, dan berkompetisi dengan tim-tim terbaik dari Eropa dan Amerika pada Juli 2018.

Tahun lalu, dua tim mahasiswa Indonesia, yaitu tim Bengawan 2 dari Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Tim ITS Team 2 dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terpilih mewakili Asia di ajang Drivers’ World Championship Final dan pada tahun 2016.

Tahun ini, total ada 26 tim mahasiswa Indonesia yang akan berpartisipasi dalam Shell Eco-marathon Asia 2018.

Kesembilan tim di antaranya adalah Garuda UNY Eco Team, Semar Urban UGM Indonesia dan Semar Proto UGM Indonesia, Bengawan Team 1 dan Bengawan Team 2 (Universitas Sebelas Maret, Solo), Pandawa (Universitas Negeri Semarang), Mesin Polnep Diesel Team (Politeknik Negeri Pontianak), Wasaka (Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin), dan Mesin UM Pontianak (Universitas Muhammadiyah, Pontianak).

Ajang ini sendiri masuk dalam gelaran Make the Future Singapore 2018. Festival terbuka untuk umum ini dan akan berisikan beragam gagasan dan solusi inovatif seputar energi di Asia.

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/why/sdi)

Tag Terkait

Berita Terkini Selengkapnya