Asal Mula Ramainya Velg Replika alias KW

Oleh Dimas Wahyu pada 26 Jan 2018, 09:45 WIB
Diperbarui 26 Jan 2018, 09:45 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Otosia.com Velg atau pelek replika alias KW belakangan makin beredar di pasar otomotif dalam negeri. Modelnya pun makin keren dan tentunya harga yang lumayan bersahabat dengan kantong.

Bagaimana velg-velg ini akhirnya bisa ramai di Tanah Air, ceritanya mungkin cukup panjang terkait tren modifikasi Tanah Air dan problem ekonomi.

"Sejak 2002 sampai 2008, kontes modifikasi hype banget," kata Ted Diesta, Komisaris National Modificator & Aftermarket Association (NMAA).

Ia menjelaskan kalau saat itu kontes modifikasi ramai untuk menjawab keinginan para pehobil mobil modifikasi untuk melihat langsung karya-karya yang kebanyakan muncul di majalah dan tabloid.

Kala itu, modifikasi misalnya masih pakai velg asli yang harganya bisa Rp 40-50 juta satu set.

"Tahun 2008, ada krisis ekonomi dan kena ke Indonesia. Tahun 2009, dampaknya mulai berkurangnya demand aftermarket. Kalau dulu peleknya beli dari Jepang atau Amerika, setelah krisis beli yang di bawahnya," kata dia.

Industri bidang ini lalu tidak sanggup. Publik menimbang-nimbang bahwa beli velg Rp 50 juta satu set karena uang sebesar itu bisa dialihkan ke benda-benda yang lebih murah.

"Akhirnya muncul velg KW, barang-barang dari Cina, tetapi hobi modifikasinya masih jalan. Masih tetap ada walaupun tidak sebanyak era sebelumnya. Tren akhirnya berubah, dari yang branded jadi yang KW yang kita sebut replika," kata dia.

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/why/rd)
Berita Terkini Selengkapnya