Mengenal Ateng, Dulu Tukang Tambal Ban Kini Miliki 8 Perusahaan dan 6 Pabrik

Oleh Redaksi Otosia pada 05 Jun 2020, 19:45 WIB
Diperbarui 05 Jun 2020, 19:45 WIB
Tukang Tambal Ban yang Kini Miliki 8 Perusahaan. Instagram tjoatenghui ©2020 Merdeka.com
Tukang Tambal Ban yang Kini Miliki 8 Perusahaan. Instagram tjoatenghui ©2020 Merdeka.com

Otosia.com Kehidupan memang bisa berputar. Itulah yang dirasakan oleh Tjoa Teng Hui atau yang kerap disapa Ateng. Dulu dirinya merupakan mantap tukang tambal ban dan lulus SMA di usia 22 tahun. Karena baru sekolah dan lulus di usia itu, Ateng kerap dapat cibiran dari teman-temannya.

Kini cibiran tersebut dibungkap Ateng dengan kesuksesan yang dirinya raih. Dulu memang tukang tambal ban, sekarang Ateng sudah miliki 8 perusahaan dan 6 pabrik.

Ingin tahu perjalanan Ateng seorang mantan tukang tambal ban yang berhasil sukses? Melansir Merdeka.com, simak ulasannya berikut ini.

Video Terpopuler saat Ini
 (kpl/ahm)

Next

Ayah Meninggal saat Ateng Balita

Instagram tjoatenghui (Ateng) ©2020 Merdeka.com

Ateng merupakan anak keempat dari lima bersaudara yang tinggal di Samarinda. Ayahnya memiliki satu toko yang menjual berbagai onderdil mobil dan becak.

Namun saat Ateng berusia 3,5 tahun dan adiknya baru 1 tahun, ayah tercinta harus berpulang pada Sang Pencipta. Di sisi lain, ibundanya tak mampu meneruskan usaha yang tersisa.

Sebuah keterpurukan tanpa pendamping hidup, serta menguras seluruh harta untuk mencukupi kehidupan, lama-lama keluarga Ateng jadi miskin.

Next

Usia 10 Tahun Baru Masuk SD

Akibat faktor ekonomi yang sulit Ateng dan saudaranya tak mampu sekolah. Akhirnya ada kerabat dari ibunya yang merasa perihatin dan berusaha membantu.

Pada usia 10 tahun Ateng mulai mengenal dunia pendidikan sekolah dasar. Sehingga pada usia 22 tahun baru bisa menyelesaikan jenjang SMA. Menjadi murid tertua di angkatannya kala itu.

Next

Jadi Tukang Tambal Ban

Instagram tjoatenghui (Ateng) ©2020 Merdeka.com

Ateng mengaku sempat jadi anak nakal. Ketika masih duduk di bangku kelas 4 SD, dia merasa minder diejek oleh seluruh teman sekelas.

Tekanan batin di usia remaja membuat Ateng memilih keluar sekolah dan sering membolos sekolah untuk jadi tukang tambal ban.

Hasil pendapatannya untuk membantu ibunda yang juga menderita krisis ekonomi. Selain itu, Ateng menjual rokok dan permen di toko, serta peralatan bekas peninggalan sang ayah.

Next

Punya 8 Perusahaan dan 6 Pabrik

Ketiga kakak Ateng sudah berusaha memulai bisnis masing-masing. Keinginannya untuk sukses semakin kuat, dia tidak mau keburu tua untuk memulai.

Seusai tamat SMA, Ateng memulai dengan berjualan alat listrik. Belajar merakit onderdil sendiri, dia bercita-cita bisa memiliki merek sendiri.

Ateng secara kreatif melakukan assembling, dengan membeli sparepart, baik dari dalam maupun luar negeri. Lalu dirakit sendiri, setelah mapan baru bisa membeli mesin pembuat.

Semakin mengembangkan diri dan usaha, berlanjut pada distribusi ke produksi. Ateng sudah menampakkan kesuksesan dan sudah bisa membeli mobil sendiri. Barulah dia berpikir untuk membangun rumah tangga.

Perlahan tapi pasti, Ateng kini bisa jadi pengembang produksi, mempunyai kilang minyak, memproduksi pipa listrik dan ducting. Perjuangan yang membuahkan 8 perusahaan dan 6 pabrik.

Next

Prinsip Hidup Ateng

Instagram tjoatenghui (Ateng) ©2020 Merdeka.com

Terdapat 5 prinsip hidup yang selalu dipegang oleh Ateng untuk mencapai bisnis yang sukses. Pertama, kejujuran. Menjadi sosok yang jujur, pasti memperlancar, baik urusan harta dan sosial.

Kedua, jangan serakah. Ateng yakin, diri ini tidak boleh terikat pada nafsu keinginan, supaya lebih bebas.

Selanjutnya, bekerja dengan ulet, harus semangat, dan kelima ialah berbuat kebaikan. Barulah diri Ateng bisa mencapai kebahagiaan dan menghapus penderitaan.

Berbagi Buku dengan Narapidana
Perjalanan hidup dan perjuangan keras Ateng telah dituangkannya dalam karya tulis buku berjudul "Kunci Kebahagiaan". Dia mengaku ingin menularkan pengalaman mencapai suksesnya, serta mengajak untuk jangan terbuai dengan nafsu harta, tapi fokus untuk bisa bahagia dan membahagiakan.

Berbagi nilai-nilai kehidupan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Ateng ketika menjadi motivator bagi narapidana. Dirinya sempat bercengkrama dengan teroris terkenal, Umar Patek.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

Berita Terkini Selengkapnya