Catat, Daftar Leasing yang Beri Keringanan Cicilan Kendaraan saat Corona Covid-19

Oleh Redaksi Otosia pada 04 Apr 2020, 17:15 WIB
Diperbarui 04 Apr 2020, 17:15 WIB
Jalan Kebon Pala II jadi Parkir Umum. ©2020 Liputan6.com/Immanuel Antonius
Jalan Kebon Pala II jadi Parkir Umum. ©2020 Liputan6.com/Immanuel Antonius

Otosia.com Ada 6 perusahaan pembiayaan yang meliburkan cician kredit kepada debiturnya di tengah pandemi Corona Covid-19. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah umumkan 6 leasing tersebut, di antaranya FIF Group, WOM Finance, Mandiri Tunas Finance, CSUL Finance, BAF dan ACC.

Melansir dari Merdeka.com, kebijakan ini dilakukan menyusul adanya permintaan Presiden Joko Widodo yang meminta perusahaan pembiayaan memberikan keringanan kepada masyarakat akibat wabah virus corona. Pemerintah melalui OJK pun telah mengeluarkan kebijakan relaksasi kepada industri multifinance.

Ketua Umum APPI, Suwandi Wiratno, menjelaskan setidaknya ada tiga jenis keringanan yang ditawarkan kepada para debitur. Mulai dari perpanjangan jangka waktu, penundaan sebagian pembayaran dan atau jenis keringanan lainnya yang ditawarkan oleh perusahaan penawaran.

Video Terpopuler dan Paling Dicari saat Ini
 (kpl/ahm)

Next

Adapun tata cara pengajuan keringanan di antaranya, melakukan permohonan keringanan dengan cara mengisi formulir yang dapat di-download dari website resmi perusahaan pembiayaan. Setelah itu, pengembalian formulir dilakukan melalui email.

"Sehingga tidak perlu mendatangi kantor perusahaan pembiayaan," kata Suwandi.

Persetujuan permohonan restrukturisasi (keringanan) akan diinformasikan oleh perusahaan pembiayaan melalui email. Pengajuan keringanan dapat disetujui jika jaminan kendaraan/jaminan lainnya masih dalam penguasaan debitur sesuai perjanjian pembiayaan.

"Bagi Bapak/Ibu yang telah mendapatkan persetujuan restrukturisasi (keringanan) agar melakukan pembayaran dengan penuh tanggung jawab sesuai perjanjian restrukturisasi (keringanan) yang telah disepakati bersama, " kata Suwandi mengingatkan.

Next

Laporkan Penggunaan Debt Collector Saat Corona

Suwandi menambahkan, bagi para debitur yang tidak terdampak wabah virus corona, diharapkan tetap membayar angsuran sesuai dengan perjanjian. Agar terhindar dari sanksi denda dan catatan negatif di dalam Sistem Laporan Informasi Keuangan (SLIK).

Lebih lanjut, ia juga menghimbau agar debitur tak mudah percaya dengan informasi hoaks. Termasuk juga jika ada jasa perusahaan yang gunakan jasa debt collector yang tak sesuai ketentuan agar dilaporkan.

"Serta melaporkan kepada perusahaan pembiayaan apabila terdapat debt collector yang melakukan tindakan tidak sesuai ketentuan," kata Suwandi mengakhiri.

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya