Ingin Punya Motor Eropa, Kenali Dulu Penyakitnya

Oleh Redaksi Otosia pada 23 Mar 2020, 15:15 WIB
Diperbarui 23 Mar 2020, 15:15 WIB
BMW R1200 GS (Otosia.com/ Cornelius Candra)
BMW R1200 GS (Otosia.com/ Cornelius Candra)

Otosia.com Tren motor Jepang di Indonesia memang tak terbendung. Pabrikan-pabrikan asal Negeri Matahari Terbit itu menyasar berbagai segmen di pasar otomotif Tanah Air, mulai entry-level sampai motor gede (moge).

Meski demikian, kondisi ini tak urung membuat masuknya pabrikan Eropa ke Indonesia. Ada berbagai pabrikan yang meramaikan pasar otomotif Tanah Air, dan salah satu yang menjadi primadona ialah BMW Motorrad.

Sebelum meminang motor Eropa, ada baiknya Otolovers mengenali lebih dulu penyakit yang kerap muncul, terlebih pada produk BMW Motorrad. Itu tak terlepas dari cara merawatnya.

 

 

 

Video Terpopuler saat Ini
 (kpl/crn)

Next

"Karena BMW Motorrad menyajikan produk yang nyaman, sehingga sensor-sensornya cenderung banyak. Jadi motor yang sering dipakai itu cenderung lebih awet daripada yang menganggur di garasi," ujar Susandy Sumargo, pemilik Bimmer Motorcycle Specialist, salah satu bengkel spesialis produk BMW Motorrad di Jakarta.

"Tapi memang motor bermacam-macam, ada yang low-maintenance atau jarang dirawat tetap sehat. Sedangkan kelas yang lebih tinggi ya memang barang-barangnya lebih mahal," ujar Sandy.

Karena itu, motor Eropa tak bisa hanya dijadikan "pajangan" di garasi. Setidaknya, Otolovers harus mengajaknya berjalan-jalan untuk menjaga semua sistem elektronik tetap berfungsi dengan baik.

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya