Penjualan Toyota Agya Cenderung Turun, TAM Angkat Bicara

Oleh Redaksi Otosia pada 20 Mar 2020, 16:45 WIB
Diperbarui 20 Mar 2020, 16:45 WIB
New Toyota Agya (TAM)
New Toyota Agya (TAM)

Otosia.com Sejak pertama kali dirilis pada 2013 silam, tren Toyota Agya memang tak terlalu baik. Pasalnya, data penjualan secara wholesales (dari pabrik ke dealer) mobil LCGC 5-seater itu terus menunjukkan penurunan.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), angka penjualan Toyota Agya hanya mencapai 25.081 unit sepanjang 2019. Padahal, di 2018, distribusinya sebanyak 26.936 unit.

 

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/crn)

Next

Kedua jumlah tersebut tak terlalu jauh berbeda dengan angka penjualan Toyota Agya saat melakoni debutnya di 2013 yang mencapai 22.376 unit. Padahal, kembaran Daihatsu Ayla itu baru dirilis pada September, atau hanya 4 periode distribusi.

Bahkan, sepanjang 2014, penjualan wholesales Toyota Agya menembus angka 67.074 unit. Namun, jumlahnya langsung turun secara signifikan menjadi 57.646 unit selama tahun 2015.

Next

Kazunori Minamide, Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) pun akhirnya angkat bicara terkait tren negatif Toyota Agya. Hal itu ia sampaikan saat virtual launching New Toyota Agya pada kamis kemarin (19/3).

"Pada 2016, kami merilis Toyota Calya. Sejak saat itu, kami menyediakan pilihan yang lebih banyak bagi konsumen. Ketika bicara penjualan Agya, jangan lupa lihat juga performa (penjualan) Calya," terang Kazunori.

Next

Toyota Calya

Memang, angka distribusi Toyota Calya cenderung lebih tinggi dibanding Toyota Agya, meskipun sama-sama menunjukkan penurunan. Saat pertama dirilis pada 2016, mobil LCGC 7-seater itu mampu mencatatkan penjualan wholesales sebanyak 47.287 unit.

Menurut data Gaikindo, penjualan Toyota Calya sempat meledak setahun berikutnya, mencapai 73.236 unit di 2017. Sedangkan pada 2018 hanya 59.244 sebelum akhirnya kembali turun menjadi 54.549 sepanjang 2018.

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya