Terancam Virus Corona, Penjualan Mobil Bekas Justru Tumbuh

Oleh Redaksi Otosia pada 18 Mar 2020, 12:15 WIB
Diperbarui 18 Mar 2020, 12:15 WIB
Penjualan mobil bekas meningkat (Liputan6.com)
Penjualan mobil bekas meningkat (Liputan6.com)

Otosia.com Industri otomotif tak bisa menghindari efek dari Virus Corona. Beberapa produsen otomotif bahkan harus menghentikan produksinya. Tapi kondisi sebaliknya justru terjadi di pasar mobil bekas.

"Melonjak penjualan mobil bekas, terutama kendaraan kecil dengan range harga Rp120 juta ke bawah," jelas Senior Marketing Manager WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih, saat dihubungi Liputan6.com, Senin (17/3/2020).

Menurut Herjanto, meledaknya penjualan mobil bekas di tengah pandemic Covid-19 ini, karena masyarakat takut untuk menggunakan angkutan umum.

Pasalnya, peluang untuk tertular virus yang sudah menjangkiti ratusan orang di Indonesia ini bisa lebih banyak di tempat berkumpulnya orang seperti di kereta, busway, ataupun MRT.

 

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/tys)

Next

"Sekarang, dengan kondisi Corona seperti saat ini, naik kendaraan umum ngeri-ngeri sedap. Akhirnya, mereka beli mobil. Tapi, untuk mobil baru susah, sebulan STNK baru keluar, dan kita butuh cepat, dan yang dicari mobil bekas. Makanya, saya bilang blessing, berkah," tambah Herjanto.

Sementara itu, meningkatnya penjualan mobil bekas akibat Corona ini, sudah terjadi pekan lalu. Sedangkan model yang banyak dicari, mobil-mobil murah, seperti Toyota Agya, Daihatsu Calya, dan Honda Jazz tahun lama yang harganya sekitar Rp120 jutaan.

"Saya pikir, keadaan ini akan bertahan hingga akhir Maret. Orang masih akan banyak yang mencari mobil bekas, yang harganya murah atau mobil perkotaan," pungkasnya.

Sumber: Liputan6.com

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya