Regulasi Euro 4, Isuzu Soroti Kemampuan Bahan Bakar

Oleh Redaksi Otosia pada 10 Mar 2020, 12:45 WIB
Diperbarui 10 Mar 2020, 12:45 WIB
Isuzu Giga (Isuzu)
Isuzu Giga (Isuzu)

Otosia.com Mulai April 2021 mendatang, pemerintah menerapkan regulasi emisi gas buang Euro4 di Indonesia. Artinya, berbagai pabrikan otomotif tak lagi bisa memasarkan produknya yang masih menggunakan mesin Euro2.

Menyambut aturan tersebut, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) pun segera melakukan penyesuaian di dapur pacunya. Pabrikan asal Jepang itu saat ini sedang mengembangkan sistem baru di mesin yang terkait dengan bahan bakar.

 (kpl/crn)

Next

Attias Asril, General Marketing PT IAMI, menjelaskan bahwa penerapan regulasi Euro4 di Indonesia ini akan berpengaruh ke harga mobil. Hal itu ia ungkap saat berbincang dengan tim Otosia pada Jumat pekan lalu (6/3) usai diskusi "Pintar Bersama Isuzu dan Kementerian Perindustrian di booth Isuzu GIICOMVEC 2020.

"Mengubah dari Euro2 ke Euro4 ada komponen tambahan, pasti ada biaya. Nanti harga ke pasar akan kita kalkulasi, seberapa market bisa menerima selisih harganya," jelas Attias.

Next

Ia pun menyebut bahwa pihaknya saat ini sudah siap menghadapi regulasi Euro4. Hanya saja, selama ini PT IAMI memang belum menjual mesin yang sesuai dengan standar emisi gas buang tersebut di Indonesia.

"Buat apa kita jual produk yang sudah Euro4. Bahan bakarnya hari ini belum ada. Kalau kita jual mobil berstandar Euro4 sekarang, bagaimana nasib konsumen di daerah pelosok?" terangnya.

Next

Pasalnya, Attias menjelaskan bahwa regulasi Euro4 ini bukan hanya soal mesin, tapi juga bahan bakar. Pihaknya sebagai pabrikan bertugas menyiapkan dapur pacu yang sesuai dengan aturan tersebut.

"Kami sebagai produsen cuma menyiapkan mesin yang sesuai. Tapi, mesin ini belum tentu lolos uji (Euro4) dengan bahan bakar yang sekarang. Soal ini ya kami serahkan saja ke yang berwenang," tutup Attias.

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya