Bukti Pungli pada Sopir Truk, Bawa Nama Jenderal dan Biaya Capai Rp 800 Ribu

Oleh Redaksi Otosia pada 22 Jan 2020, 15:15 WIB
Diperbarui 22 Jan 2020, 15:15 WIB
Pungli di Jakarta Barat (Merdeka.com/Instagram @camera_penjuru)
Pungli di Jakarta Barat (Merdeka.com/Instagram @camera_penjuru)

Otosia.com Kejahatan satu ini, pungutan liar (pungli) kepada sopir truk masih marak di beberapa daerah. Bukti tindakan ini pun sempat viral. Berupa foto berupa kertas memo yang bertuliskan jumlah uang yang harus dibayarkan. Pungli ini dilakukan oleh sejumlah oknum di kawasan Kapuk Kamal.

Bersama unggahan tersebut, @camera_penjuru mengungkap, foto-foto itu ia kumpulkan dari beberapa grup sopir truk di media sosial, salah satunya Facebook. Ada tujuh foto kertas memo dan satu video aksi pungli yang diunggah.

"Ini adalah beberapa postingan yang saya dapat dari beberapa grup sopir truk, yang saya kumpulkan dalam beberapa minggu ini tentang marak dan ganasnya pungli terhadap sopir truk di daerah Kapuk Kamal, Jakarta Barat," tulis akun tersebut.

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/ahm)

Next

Sopir Truk Keluhkan Pungli

Pemilik akun @camera_penjuru ini menambahkan, banyak sopir truk yang sudah menjadi korban dan mengeluhkan tindakan pungli yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab ini. Sopir truk yang sudah menjadi korban mengunggah bukti memo berupa kertas dan menuliskan kesaksian mereka.

 

"Emang benar kertas ini dari petugas. Soalnya saya kena di Kamal barusan. Katanya wajib bayar, kalau tahu begini mah lewat Tegal Alur bae," tulis salah satu sopir korban pungli.

Para korban ini mengaku diwajibkan untuk membayar karena para pelaku pungli mengatas namakan distribusi.

"Saya, malam melintas daerah Kamal mau ke Tegal Alur, di situ banyak pemalak mengatas namakan distribusi," imbuh seorang sopir lain yang juga menjadi korban pemalakan.

Next

Besaran Pungli Capai Ratusan Ribu Rupiah

Dari tujuh foto yang diunggah, ada banyak kertas "memo" menunjukkan nominal berbeda-beda. Dari besaran kecil Rp20 ribu hingga Rp800 ribu. Kertas memo yang ditunjukkan tampak lusuh, dan terkesan tidak resmi karena tidak ada nama instansi tertentu.

Tidak hanya sekali, menurut penuturan salah satu sopir truk di unggahan @camera_penjuru, ada yang mengaku sudah menjadi korban dua kali.

"Kapuk Kamal parah banyak yang malak tadi pagi. Baru keluar tol udah dua yang ngemel akhirnya, nahan dulu depannya masih banyak. Minta kawalan sama orang situ kasih Rp50 ribu, habis Rp160 ribu, tadi pagi doang," tulis sopir truk yang tidak dituliskan identitasnya itu.

Next

Memo dengan Membawa Nama Jenderal Kepolisian

Kertas memo yang diberikan terkesan asal-asalan, dan ada yang ditulis dengan tangan biasa. Dalam salah satu memo, pelaku pungli menuliskan nama Irjen Polisi dan Kombes Polisi serta tanda tangannya.

"Memo Resmi. Khusus trayek dikenakan biaya Rp800 ribu. Wajib membayar kepada petugas lapangan kami. TTD. Irjen Pol. Kombes Pol," tulis memo di selembar kertas kecil sobekan dengan pena hitam.

Para pelaku pungli ini berhasil mengelabuhi dan memperdaya para sopir yang melintas dengan mengatas namakan petugas dan membawa nama jenderal di kepolisian.

Next

Aksi Pungli yang Ganas

Selain bukti foto kertas memo, pemilik akun ini juga mengunggah video yang berisikan aksi ganas para pelaku pungli. Video ini direkam oleh rekan sopir truk yang duduk di samping kemudi.

Pengemudi truk dicegat seorang pemuda bertopi merah, keduanya tampak beradu argumen dengan nada tinggi. Pemuda itu membentak sopir truk yang enggan memberikan uang.

"Yaudah sini turun lu!" kata pemuda itu sambil melototi pengemudi truk. Kejadian ini bukan kali pertama, dan sudah banyak aksi pungli dilakukan dengan berdalih pengawalan dari warga setempat.

Next

Pelaku Ditangkap

Satu hari setelah unggahan tersebut, Minggu (19/1), Polres Metro Jakarta Utara berhasil menangkap satu pelaku pungli. Penangkapan ini dilakukan oleh Tim Opsnal Jatanras Polres Metro Jakarta Utara.

Pelaku pungli ini sudah diamankan petugas dan dikenai pasal 365 KUHP mengenai Perkara Pencurian dengan Kekerasan. Diketahui, pelaku pungli ini juga melukai korban dengan membacok kepala.

"Satu orang laki-laki dalam perkara pencurian dengan kekerasan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 365 KUHP, dengan korban bacokan di kepala, saat ditangkap pelaku melakukan perlawanan. Sehingga diberikan tindakan tegas terukur," tulis akun @camera_penjuru.

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya