Gerobak Banjir Japra, Tuai Rezeki Selamatkan Motor Terendam

Oleh Nazarudin Ray pada 03 Jan 2020, 11:15 WIB
Diperbarui 03 Jan 2020, 11:15 WIB
Gerobak Japra (Otosia.com/Nazarudin Ray)
Gerobak Japra (Otosia.com/Nazarudin Ray)

Otosia.com Cerita mobil dan motor yang terendam terdengar mengerikan. Entah berapa biaya perbaikannya.

Kekhawatiran ini yang ditangkap oleh Antonio alias Japra dan kawan-kawannya di bilangan Jakarta Barat dan lantas menurunkan gerobaknya sekaligus mengais rezeki.

Gerobak banjir memang menjadi cerita klasik di kala banyak akses terhadang. Sambil melawan arus dan hati-hati menjaga keseimbangan, Japra bersama empat kawannya bekerja mendorong gerobak yang di dalamnya sudah terisi sepeda motor dan pemiliknya.

Video Terpopuler saat Ini
 (kpl/nzr/ahm)

Dorong Gerobak Sejauh 1 Km

Dorong Gerobak Sejauh 1 Km

Satu yang tidak disadari orang-orang yang belum pernah terjun langsung di tengah banjir adalah beratnya pergerakan ketika berada di sana. Apalagi, gerobak banjir Japra dibutuhkan bantuannya sampai sejauh 1 km.

"Cuma sanggup 4 kali dorong karena tenaga udah gak kuat lewatin air sepinggang bolak balik," ujar Japra.

Japra dan keempat "kru" mendorong gerobak dari depan Indosiar, Daan Mogot, hingga ke turunan flyover.

Ongkos Dorong Gerobak

Ongkos Dorong Gerobak

"Sekali angkut motor pake gerobak sampah Rp 100 ribu. Semua jenis motor sama biayanya, mau matic, mau sport atau Ninja sama. Orangnya sekalian kita angkut sama motornya," ujarnya.

Tiga shift, katanya, dijalani. Operasi gerobak banjirnya dari pukul 15.00 sampai pukul 18.00 WIB.

Sekalipun diakuinya bikin ngos-ngosan, dalam sehari dia bisa dapat Rp 400 ribu, yang lantas dibagi 4, alias masing-masing mendapatkan Rp 100 ribu.

Cari Rejeki di Tengah Banjir

Cari Rejeki di Tengah Banjir

Japra merupakan salah satu pegawai di salah satu perusahaan data di Jakarta. Rumahnya juga ikut terendam banjir sehingga ia tidak bisa masuk kerja dan melakukan aktivitas normal. Bersama teman-temannya dia berinisiatif mengais rejeki dari banjir yang merendam jalan-jalan di Ibukota.

“Siapa sih yang mau kena banjir? Kan gak mau. Dari pada di rumah aja liatin banjir, mending kerja kayak gini. Keringnya kita cari rezeki, basahnya juga cari rejeki,” tutupnya.

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya