3 Jenis Polisi Tidur Sesuai Aturan, Biar Tidak Malah Bikin Celaka

Oleh Redaksi Otosia pada 28 Jun 2022, 10:00 WIB
Diperbarui 28 Jun 2022, 10:00 WIB
Salah satu speed bump di jalanan (Autoblog)
Salah satu speed bump di jalanan (Autoblog)

Otosia.com Tujuan membuat polisi tidur biasanya agar para pengendara tidak ugal-ugalan. Polisi tidur banyak dijumpai di jalan-jalan yang dekat dengan pemukiman. Tapi kini tak sedikit juga polisi tidur yang ada di jalan raya.

Sebelum membuatnya, masyarakat perlu tahu tentang ketentuan polisi tidur. Spesifikasi polisi tidur tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM.3 Tahun 1994 tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pemakai Jalan pada pasal 5.

 

 

 

 

Video Terpopuler saat Ini
 (kpl/red)

Syarat dan Sanksi

Syarat dan Sanksi

Syaratnya, pembatas kecepatan kendaraan harus dibuat dengan ketinggian maksimal 12 cm, lebar minimal 15 cm, dan sisi miring dengan kelandaian maksimal 15 persen. Jika tak sesuai, sudah ada sanksi sesuai Pasal 28 ayat (1) dan (2) dengan ancaman hukuman pidana.

Sebagaimana diterangkan dengan rinci pada Pasal 274 dan 275 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Umum yaitu;

"Setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerusakan dan/atau gangguan fungsi Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah)".

Jenis Polisi Tidur

Jenis Polisi Tidur

Selain itu, polisi tidur yang merupakan alat pembatas kecepatan itu juga memiliki jenis-jenisnya. Masing-masing memiliki fungsi sesuai dengan lokasi dan kecepatan kendaraan, seperti dibagikan oleh akun Instagram @kemenhub151.

Speed Bump, digunakan hanya pada area parkir, jalan privat, atau jalan lingkungan terbatas dengan kecepatan operasional di bawah 10 kilometer per jam.

 

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya