3 Efek Buruk Pakai Oli Mesin Kelewat Batas

Oleh Redaksi Otosia pada 17 Sep 2019, 11:15 WIB
Diperbarui 17 Sep 2019, 11:15 WIB
Ilustrasi mengganti oli (Suzuki)
Ilustrasi mengganti oli (Suzuki)

Otosia.com Mengganti oli mesin motor harus pas. Jika menggantinya sendiri, maka Otolovers harus paham berapa kapasitas oli untuk motor Otolovers.

Jika mengisinya kurang dari seharusnya, maka kendaraan bisa saja bermasalah. Begitu pula dengan mengisinya melebihi yang seharusnya, bisa berakibat buruk untuk mesin.

Melansir laman Suzuki Indonesia, ada tiga efek buruk jika mengisi oli mesin melewati batas.

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/tys)

Kualitas Oli

Ketika oli mesin terlalu banyak, di dalam ruang engkol oli akan menggenangi poros engkol. Akibatnya, oli tidak bisa melumasi komponen mesin dengan baik dan geekan antara komponen mesin berlangsung secara kasar. Hal inilah yang berpotensi menyebabkan rusaknya kualitas oli dan keausan komponen menjadi lebih cepat.

Langkah Piston Terhambat

Biasanya, poros engkol tidak terendam oleh oli mesin. Sehingga gerakannya terbebas dari hambatan zat cair. Namun saat poros engkol terendam oleh cairan oli, maka pekerjaan piston menjadi lebih berat. Jika ini terjadi maka ada dua kemungkinan, RPM mesin tidak akan maksimal atau bensin menjadi lebih boros.

Mengganggu Kopling Basah

Pada sepeda motor transmisi manual, dilengkapi dengna wet clutch atau kopling basah. Memang kopling ini bekerja maksimal saat terendam oli mesin. Namun kalau rendaman ini berlebih, maka kopling juga berpotensi slip. Jika sampai benar-benar tergenang maka gesekan menjadi semakin besar dan imbasnya tenaga mesin kurang atau bensin yang juga semakin boros.

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya