Resmi, Berikut Daftar 16 Jalan Perluasan Ganjil Genap

Oleh Redaksi Otosia pada 07 Agu 2019, 22:00 WIB
Diperbarui 07 Agu 2019, 22:00 WIB
Perluasan sistem ganjil genap resmi diterapkan (Liputan6.com)
Perluasan sistem ganjil genap resmi diterapkan (Liputan6.com)

Otosia.com Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memberlakukan perluasan area kebijakan ganjil genap, hari ini, Rabu (7/8/2019). Ada tambahan 16 jalan dalam perluasan kebijakan ganjil genap.

"Pemprov DKI Jakarta menetapkan perluasan ganjil genap, yang mana akan ada tambahan empat koridor lanjutan," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo.

Koridor satu yang semula Sudirman Thamrin Merdeka Barat, akandiperpanjang di sisi utara mulai dari Jalan Majapahit Gajah Mada, hayam Wuruk sampai dengan kota. Kemudian di sisi selatan akan diperpanjang Sisingamangaraja Panglima Polim sampai dengan Fatmawati lalu Simpang TB Simatupang.

Rute tersebut disosialisasikan mulai 7 Agustus 2019 hingga 8 September 2019. Kebijakan perluasan ganjil genap akan berlaku mulai 9 September 2019.

 

Video Paling Viral saat Ini
 (kpl/tys)

Daftar Perluasan Ganjil Genap

Daftar Perluasan Ganjil Genap

Berikut daftar jalan yang termasuk dalam perluasan ganjil genap, dilansir dari Antara:

- Jalan Pintu Besar Selatan

- Jalan Gajah mada

- Jalan Hayam Wuruk

- Jalan Majapahit

- Jalan Sisingamangaraja

- Jalan Panglima Polim

- Jalan Fatmawati mulai simpang Jalan Ketimun 1 sampai dengan Jalan TB Simatupang

- Jalan Suryopranoto

- Jalan Balikpapan

- Jalan Kyai Caringin

- Jalan Tomang Raya

- Jalan Pramuka

- Jalan Salemba Raya

- Jalan Kramat Raya

- Jalan Senen Raya

- Jalan Gunung Sahari

Tak Berlaku untuk Roda Dua

Tak Berlaku untuk Roda Dua

Sementara itu, Syafrin menambahkan bahwa kebijakan ganjil genap tak berlaku untuk sepeda motor. Pasalnya, pola pergerakan sepeda motor tidak terlalu besar bagi peningkatan kinerja lalu lintas.

"Sepeda motor memang saat ini cukup tinggi pada koridor ganjil genap, tapi setelah kami lakukan analisis mendalam bahwa pola pergerakan kendaraan bermotor pada koridor ganjil genap tadi tidak berpengaruh besar terhadap peingkatan kinerja lalu lintas," kata Syafrin, di Balaikota Jakarta.

Namun, pihaknya memiliki rencana lain untuk mengatasi kendaraan roda dua yang kerap tak tertib. Syafrin menyebut akan memasifkan kanalisasi sepeda motor. Hal ini menyusul perilaku pengendara sepeda motor yang kerap melintas di jalur yang bukan peruntukannya.

"Sepeda motor akan kami arahkan menggunakan lajur paling kiri sehinnga aspek keselamatan, kenyamanan, dan keamanan pengguna sepeda motor bisa terjamin," kata Syafrin.

Selain sepeda motor, ada penambahan jenis kendaraan yang dikecualikan dalam peraturan ganjil genap. Jenis kendaraan itu meningkat menjadi 11 jenis kendaraan.

Daftar Kendaraan Pengecualian

Daftar Kendaraan Pengecualian

Adapaun jenis kendaraan yang dikecualikan dalam aturan ganjil genap adalah kendaraan yang mengangkut masyarakat disabilitas (akan dipasang stiker khusus), pemadam kebakaran, ankutan umum plat kuning, kendaraan pengangkut BBM dan BBG, dan kendaraan pimpinan tinggi negara (Presiden, Wakil Presiden, Ketua MPR, DPR, DPD, Ketua MA, MK, KY, dan BPK).

Pengecualian juga berlaku untuk kendaraan operasional bernopol dinas kantor pemerintah/TNI/Polri, kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara, serta kendaraa yang tujuannya ingin memberikan pertolongan pada saat terjadi kecelakaan lalu lintas.

Selain itu, berlaku pula untuk kendaraan yang berkepentingan khsus di bawah pengawasan Kepolisian, seperti mobil pengangkut uang. "Itu untuk pengecualian yang dikhususkan dari pengaturan ganjil genap saat ini," pungkas Syafrin.

Sumber: brilio.net

 

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya