Begini Rasanya Menjajal All New Xenia dari Yogyakarta ke Semarang

Oleh Redaksi Otosia pada 03 Des 2021, 17:15 WIB
Diperbarui 03 Des 2021, 17:15 WIB
All New Daihatsu Xenia di KoenoKoeni cafe, Semarang, Jawa Tengah (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)
All New Daihatsu Xenia di KoenoKoeni cafe, Semarang, Jawa Tengah (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

Otosia.com PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memberi kesempatan awak media untuk menjajal langsung All New Daihatsu Xenia selama dua hari baru-baru ini. Lokasi pengetesan yang dipilih adalah dari Yogyakarta menuju Semarang, Jawa Tengah.

Sebelum pengetesan, Daihatsu menyiapkan 10 unit test drive di Yogyakarta Internasional Airport (YIA). Semua unit yang siap dijajal merupakan tipe termahal dengan Astra Daihatsu Styling (ADS).

Video Paling Dicari saat Ini
 (kpl/dit)

Next

Dari 10 mobil itu, hanya tiga unit yang menggunakan mesin 1.500cc. Selebihnya adalah Xenia 1.300cc bertransmisi manual atau CVT. Untuk hari pertama, Otosia.com, mendapat jatah Daihatsu Xenia 1.3 bertransmisi manual.

Lantaran melakukan pergantian pengemudi selama perjalanan, awal pengetesan Otosia menjadi penumpang dan duduk di kursi tengah.

Kenyamanan kabin

Ilustrasi duduk di baris kedua All New Daihatsu Xenia (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

Perjalanan di mulai dengan melintasi jalan Daendels di area Selatan Jawa Tengah. Di sini perubahan pada sasis dan suspensi dari All New Xenia langsung dirasakan.

Kondisi jalan tersebut dipenuhi banyak lubang dan mempunyai kontur yang bergelombang. Namun, dibandingkan Xenia sebelumnya, versi terbaru ini bisa menyerap guncangan lebih baik.

Next

Selain itu durasi ayun atau rebound dari suspensi tersebut kini lebih cepat. Dengan demikian mobil terasa lebih kaku dan rigid, tanpa menghilangkan kenyamanan. Alhasil penumpang di dalamnya tidak terasa terombang-ambing saat melewati jalan yang kurang baik.

Sementara hilangnya gardan di belakang meningkatkan kekedapan kabin, sekaligus mengurangi getaran pada bodi mobil.

Kendati demikian beberapa suara dari luar tetap masuk. Salah satu yang paling terdengar adalah bunyi cipratan air di kolong saat melewati genangan air saat hujan.

Next

Yang menarik adalah ruang kaki baris kedua kini sangat lega. All New Xenia hadir dengan jok baris kedua yang bisa digeser maju dan mundur. Hasilnya pengaturan kursi menjadi lebih fleksibel, bahkan penumpang bisa dengan mudah duduk dengan kaki bersilang.

Posisi kemudi All New Daihatsu Xenia ergonomis. Tangan tidak berada dalam posisi tegang dan kaki dengan mudah menekan pedal-pedal di bawah. Sayangnya setir teleskopik yang membuat posisi mengemudi lebih fleksibel absen pada mobil ini. Namun hal ini dapat dipahami, mengingat harga Xenia lebih terjangkau dibanding kembarannya, All New Avanza.

Uji performa

Ilustrasi All New Daihatsu Xenia melintasi jalanan rusak (ADM)

Setelah menghadiri konservasi penyu di Jogosimo, Kebumen dan peresmian Daihatsu Skill School Center di SMK Kutowinangun, seluruh awak media menuju kota tujuan terakhir di hari pertama, yakni Semarang.

Perjalanan tersebut melewati kota Magelang, Ambarawa, dan masuk ke jalan tol Semarang-Solo.

Saat melalui jalan ke Magelang dari Kebumen, kondisi jalanan cenderung berbukit dan diwarnai hujan. Seakan kurang menantang, jalan tersebut hanya ada satu jalur dan cukup ramai dengan mobil, motor, dan truk-truk besar.

Next

Meski hanya dibekali mesin 1.300cc dan penggerak roda depan (FWD), LMPV andalan Daihatsu ini dengan mudah melewati setiap rintangan dari jalur tersebut, tidak perlu khawatir tentang anggapan mobil FWD tidak bisa nanjak.

Mesin terasa responsif di atas 2.000 rpm di mana torsi mobil tersebut terasa cukup kuat mendorong mobil kedepan. Sebaliknya berakselerasi di bawah 2.000 rpm dan berada di posisi gigi tiga ke atas membuat mesin cukup tertahan untuk maju.

Sebagai contoh, saat Otosia mencoba menyalip kendaraan lain di jalan tol, di mana putaran mesin berada di 1.500 rpm dengan posisi gigi empat, Xenia terbaru ini membutuhkan waktu cukup lama untuk menaikkan jarum rpm.

Next

Hasilnya kami sering disalip mobil lain, sebelum kembali mencapai 100 km/jam. Untuk itu, Otosia menganjurkan untuk melakukan akselerasi di atas 2.000 rpm, terutama di posisi gigi ketiga dan seterusnya.

Sementara penggunaan tuas transmisi pada mobil itu kurang lebih sama dengan kepunyaan Rocky 1.2 yang kami sempat coba beberapa waktu lalu. Perpindahan gigi relatif mudah dan ada rasa notchy untuk memastikan tuas transmisi masuk ke dalam gigi.

Xenia CVT

Ilustrasi menjajal All New Daihatsu Xenia 1.3 CVT (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

Keesokan harinya, ada pertukaran mobil. Kami yang sebelumnya membawa Xenia 1.3 Manual bertukar dengan Xenia 1.3 CVT.

Meski waktu dan perjalanan tidak sejauh hari pertama dan hanya sebatas melintasi jalanan Kota Semarang, kesempatan tersebut lebih dari cukup untuk menunjukkan kemampuan dari transmisi CVT ini.

Menurut kami, transmisi tersebut patut diacungi jempol. Respon dari transmisi itu membuat mobil terasa lebih cepat, lantaran setiap kali menginjak pedal gas, mesin itu selalu menyemburkan tenaga dan torsinya.

Next

Transmisi tersebut selalu menjaga jarum rpm di atas angka 2.000. Artinya mesin mobil selalu berada di kondisi optimal untuk berakselerasi.

Yang menarik, CVT ini tersedia dengan mode S dan M. Mode S atau Sport membuat respon mesin itu lebih agresif, di mana transmisi itu akan melakukan perpindahan gigi di atas 5.000 rpm. Sementara mode M atau Manual memberikan sensasi bagi pengemudi untuk melakukan perpindahan gigi berdasarkan gaya berkendaranya.

Next

Jumlah gigi yang tersedia mencapai 7 percepatan dan selayaknya CVT, perpindahan tersebut merupakan sebuah simulasi. Namun Daihatsu telah merancang transmisi tersebut supaya perpindahan gigi terasa natural, seperti mobil otomatis pada umumnya.

Hasilnya, transmisi CVT ini bisa memberi keasyikan tersendiri, di mana pengemudi bisa melakukan perpindahan gigi di rpm mana pun.

Kesimpulan

All New Daihatsu Xenia 1.3 ADS (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

All New Daihatsu Xenia merupakan perubahan besar dibanding model sebelumnya. Banyak dari kendala yang kerap dialami dan dimaklumi pada Xenia sebelumnya telah diperbaiki dan disempurnakan.

Perpindahan ke FWD tidak menghilangkan kapabilitas mobil itu sebagai salah satu kendaraan keluarga dan bahkan, memberikan tingkat kenyamanan baru yang sebelumnya tidak bisa dirasakan, seperti ruang kaki yang lebar, kekedapan kabin, kestabilan mobil, dan masih banyak lagi.

Maka dari itu All New Xenia bisa dikatakan sebagai penerus "mobil sejuta umat" yang worthy. Dengan berbagai kelebihannya, All New Xenia dapat menjadi pertimbangan bagi mereka yang sedang mencari mobil keluarga.

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya