Ingat! 3 Pelanggaran Kendaraan Ini Rawan Kena Tilang Operasi Patuh Jaya 2021

Oleh Redaksi Otosia pada 27 Sep 2021, 10:15 WIB
Diperbarui 27 Sep 2021, 10:15 WIB
Operasi Zebra Jaya ©2020 Liputan6.com/Faizal Fanani
Operasi Zebra Jaya ©2020 Liputan6.com/Faizal Fanani

Otosia.com Polda Metro Jaya telah resmi menggelar Operasi Patuh Jaya 2021 sejak tanggal tanggal 20 September hingga 3 Oktober 2021 mendatang.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran menegaskan, pihaknya menerjunkan sebanyak 3.070 personel yang terdiri dari 1.391 personel Satgasda dan 1.679 personel Satgasres.

Fadil menerangkan, Operasi Patuh Jaya 2021 juga ingin meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam menaati protokol kesehatan.

 

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/sdi)

Next

"Sehingga dapat mewujudkan keamanan, Kesehatan ketertiban dan kelancaran berlalu lintas serta memutus mata rantai Covid-19," ucapnya di Polda Metro Jaya, Senin (20/9/2021).

Dalam hal ini petugas memberikan imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat agar tertib berlalu lintas, disiplin prokes serta batasan pada moda transportasi umum, tempat-tempat perbelanjaan atau mal, restoran dan fasilitas umum sebagaimana Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2021.

Lebih lanjut, Fadil pun menjelaskan bahwa manajemen rekayasa lalu lintas yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

"Dengan operasi ini kita berharap bersama pandemi dapat segera kita tuntaskan dan perekonomian bangsa kembali pulih seperti sedia kala," tandas dia.

Sasaran Kendaraan

Selain itu, Polda Metro Jaya melalui akun Instagram resmi @tmcpoldametro juga memberikan arahan terkait apa saja kendaraan yang bakal menjadi sasaran tilang.

Menurut postingan yang diunggah Jumat (24/9/2021) itu, setidaknya ada tiga faktor yang rawan ditilang karena sering dilanggar oleh pengguna kendaraan bermotor.

Pertama adalah Knalpot bising. Hal ini seperti diatur dalam Pasal 285 ayat 1 Jo pasal 106 ayat 3 UU No. 3 22/2009 tentang LLAJ.

Next

Isinya berbunyi, "Setiap orang yang mengemudikan sepeda motor di jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah)."

Kedua ialah penggunaan lampu rotator yang tidak sesuai peruntukan.

Regulasi tekait penggunaan lampu yang tidak sembarang oleh kendaraan khususnya pelat hitam ini diatur dalam Pasal 287 ayat 4 UU No.22/2009 tentang LLAJ.

Next

Isinya sebagai berikut, "Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar ketentuan mengenai penggunaan atau hak utama bagi Kendaraan Bermotor yang menggunakan alat peringatan dengan bunyi dan sinar dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 (dua ratus ribu lima puluh ribu rupiah)."

Selanjutnya ialah balap liar. Tentu ini menjadi sorotan khusus karena cukups sering balapan liar digelar di kawasan Polda Metro Jaya.

Sesuai dengan Pasal 297 Jo Pasal 115 huruf b UU No. 22/2009 tentang LLAJ disebutkan, "Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor berbalapan di Jalan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 3.000.000 (tiga juta rupiah).

Next

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya