Ditanya Mobil Listrik, Ini Jawaban Daihatsu Indonesia

Oleh Redaksi Otosia pada 25 Mei 2021, 08:15 WIB
Diperbarui 25 Mei 2021, 08:15 WIB
Ilustrasi mobil konsep Daihatsu HyFun (Otosia.com/Nazar Ray)
Ilustrasi mobil konsep Daihatsu HyFun (Otosia.com/Nazar Ray)

Otosia.com Tingginya animo mobil listrik menggugah sejumlah produsen untuk segera menjukkan produk-produk mereka. Tidak adanya polusi gas buang dan hematnya pengeluaran biaya pakai harian karena tidak perlu bensin juga menjadi daya tarik yang mendorong tingginya animo tersebut.

Daihatsu sebagai produsen besar di Indonesia dengan pilihan kendaraan kelas low tidak menampik animo tersebut. Namun ketika ditanya mengenai mobil Daihatsu listrik, Marketing Director dan Corporate Planning and Communication Director PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra mengatakan bahwa pihkanya tergantung dengan hasil survei.

"Daihatsu bagian dari Toyota Group tentu akan ikuti tren terbaru. Pada dasarnya bisnis otomotif harus ada demand dan supplay," ujarnya.

 

 

 (kpl/nzr)

Next

Ia menyinggung bahwa sebagai jenis kendaraan baru, maka ekosistem harus tersedia, termasuk harus ada charging station. Problemnya, orang masih takut.

"Kami survei awareness terhadap mobil listrik memang meningkat kebanyakan orang masih takut karena kondisi jalan di Indonesia dianggap belum sesuai terutama musim hujan. Mereka takut kesetrum. Kalau habis charge di mana. Ini kenyataan berdasarkan survei," katanya.

 

Next

Ia mengaku bahwa Daihatsu tentu mencermati. Jika memang demand ada, maka pihaknya akan suplai. Jika demand belum ada, maka pihaknya harus mengikuti juga.

"Toyota percaya membangun fasilitas charging butuh waktu, edukasi masyarakat butuh waktu. Maunya hybrid dulu. Karena masih pakai mesin bakar. Toyota percaya tidak bisa direct langsung," ujarnya.

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya