Bus Listrik Moeldoko, Calon Transjakarta Baru?

Oleh Redaksi Otosia pada 27 Apr 2021, 11:15 WIB
Diperbarui 27 Apr 2021, 11:15 WIB
Moeldoko saat mendeklarasikan PERIKLINDO di booth Wuling (Otosia.com/Nazar Ray)
Moeldoko saat mendeklarasikan PERIKLINDO di booth Wuling (Otosia.com/Nazar Ray)

Otosia.com Mantan Panglima TNI Moeldoko hadir di ajang IIMS Hybrid 2021 mendeklarasikan Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia atau PERIKLINDO sebagai wadah perkumpulan industri kendaraan listrik.

Dalam kunjungan antara lain ke booth Wuling tersebut, ia kemudian menjelaskan tentang bus listrik di bawah bendera Mobil Anak Bangsa (MAB).

Di wadah yang juga menjadikan ia sebagai ketua umum bersama Sekretaris Jenderal Tenggono Chuandra Phoa dari Wuling Motors Indonesia, dan Bendahara oleh Cing Hok dari DFSK ini, bus-bus listrik tengah digodok serius termasuk uji coba di sejumlah perusahaan.

 

 

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/nzr)

Next


Moeldoko ikut naik bus listrik MAB di area JIExpo Kemayoran

"Jakarta-Surabaya pulang pergi. enggak ada masalah teknis. Saya sendiri tidak percaya kita bisa seberkembang itu," ujarnya.

Moeldoko juga membahas bus prototipe II yang sudah melalui uji puluhan ribu kilometer, dan tidak ada kendala.

"Digunakan di Bandara Soekarno Hatta Angkasa Pura II, Garuda. PLN pengujian pada charging station, sayang PLN belum beli," ujarnya lalu terkekeh.

 

Next

Semakin membuat penasaran, ternyata ia juga menyebutkan bus llistrik bodi aluminium yang kemudian dibeli perusahaan Mitsui dari Jepang.

"Mobil listrik Indonesia yang beli orang Jepang. Bus ini digunakan sudah satu setengah tahun tidak ada masalah. Ia menggunakan liquid cooling system dan bisa melaju 100 km jam bahkan bisa 130 km/jam. Jarak tempuh macet nanjak 200 km kalau flat 250-300 km," urainya.

Bus listrik karya MAB

 

Next

Ia juga mengklaim pada 2020 di masa pandemi, pihaknya tetap kembangkan bus listrik.

"Bus listrik pertama dengan automatic manual transmission. Tujuannya supaya lebih hemat daya listrik. Jarak lebih 250 km untuk satu kali charging, cocok untuk stop-go dalam kota ataupun AKAP ataupun tol dan jalan banyak tanjakan," kata dia.

Inikah calon Transjakarta baru? Dengan bombardir tipe, hasil uji, hingga klaim keunggulan spesifikasi, agaknya langkah Moeldoko akan meluas dan serius dalam hal industri transportasi listrik, khususnya di Indonesia kelak.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

Berita Terkini Selengkapnya