Catat, ASN dan Keluarganya Dilarang Mudik saat Libur Isra Mikraj dan Hari Raya Nyepi

Oleh Redaksi Otosia pada 09 Mar 2021, 17:15 WIB
Diperbarui 09 Mar 2021, 17:15 WIB
Situasi di terminal bus (Liputan6.com)
Situasi di terminal bus (Liputan6.com)

Otosia.com Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) melakukan perjalanan ke luar daerah atau mudik selama libur Isra Mikraj. Larangan itu tertuang dalam Surat Edaran yang baru saja diterbitkan.

Dalam Surat Edaran PANRB No.6/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian Ke Luar Daerah Bagi Pegawai ASN Selama Hari Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW dan Hari Suci Nyepi Tahun baru Saka 1943 Dalam Masa Pandemi Covid-19, disebutkan bahwa larangan tersebut juga berlaku untuk keluarga para ASN.

"Pegawai ASN dan keluarganya dilarang melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah dan/atau mudik sejak tanggal 10 Maret sampai 14 Maret 2021," begitu bunyi SE yang ditandatangi Menteri PANRB Tjahjo Kumolo pada tanggal 8 Maret 2021.

 

 

 

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/tys)

Next

Larangan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan kasus positif COVID-19 pada hari libur nasional tersebut. Meski begitu, ada ASN yang dikecualikan yang masih mendapatkan izin melakukan perjalanan.

ASN yang dikecualikan yakni ASN yang sedang melaksanakan perjalanan tugas kedinasan dengan Surat Tugas yang ditandatangani oleh setidaknya Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau Kepala Satuan kerja.

Pengecualian juga diberikan bagi ASN yang dalam keadaan terpaksa perlu bepergian ke luar daerah, dengan terlebih dahulu memperoleh izin tertulis dari Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di instansinya masing-masing.

Next

Namun, meskpun sudah memperoleh izin utnuk bepergian ke luar daerah, ASN juga harus selalu memperhatikan empat hal, yaitu:

1. Peta zonasi risiko penyebaran COVID-19 yang ditetapkan Satuan Tugas Penanganan COVID-19.

2. Peraturan dan/atau kebijakan Pemerintah Daerah asal dan daerah tujuan perjalanan mengenai pembatasan keluar dan masuk orang.

3. Kriteria, persyaratan, dan protokol perjalanan yang ditetapkan Kementerian Perhubungan dan Satuan Tugas Penanganan COVID-19.

4. Protokol kesehatan yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Melalui SE tersebut, Menteri Tjahjo mewajibkan ASN untuk menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Upaya ini juga perlu dilakukan dengan disiplin penerapan 5M dalam kehidupan sehari-hari, yaitu menggunakan masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak dengan orang lain saat melakukan interaksi, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilitas dan interaksi. “ASN agar menjadi contoh dan teladan dalam keluarga serta masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya dalam penerapan PHBS dan protokol kesehatan,” jelas SE tersebut.

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya