Dijemput Denpom, Perempuan Viral Pamer Mobil Camry Akui Beli Pelat TNI Palsu Seharga Rp 1,5 Juta

Oleh Redaksi Otosia pada 04 Mar 2021, 18:45 WIB
Diperbarui 04 Mar 2021, 18:45 WIB
Camry pakai pelat dinas palsu (Facebook/Puspen TNI)
Camry pakai pelat dinas palsu (Facebook/Puspen TNI)

Otosia.com Identitas perempuan yang memamerkan mobil Toyota Camry berpelat nomor dinas TNI 3423-00 di media sosial terkuak. Detasemen Polisi Militer (Denpom) III/5 Bandung juga sudah mengamankannya.

Komandan Denpom III/5 Bandung Letkol Cpm Harjono Pamungkas Putro menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan pihaknya mengetahui bahwa pelat nomor TNI dan dokumen-dokumen pendukung lainnya palsu.

"Dari hasil penyelidikan yang telah dilakukan oleh Denpom, ditemukan bahwa plat nomor dan surat-surat yang dimaksud palsu," kata Pamungkas di Bandung, Kamis (4/3/2021), dikutip dari Liputan6.com.

Hasil penyelidikan yang dilakuan pihak TNI diketahui bahwa perempuan yang memamerkan Toyota Camry itu merupakan warga Batununggal, Kota Bandung. "Kita lakukan penyelidikan di Denpom. DIamankan tadi malam, kita langsung gerak cepat," ucapnya.

 

 

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/tys)

Next

(c) Instagram/agoez_bandz4

Terkait pelat nomor dinas palsu itu, rupanya perempuan tersebut mengakui bahwa dia membelinya dari seseorang yang merupakan warga sipil. Pelat nomor dnas TNI palsu itu dia beli seharga Rp 1,5 juta.

"Pengakuan beli dari seseorang yang bernama Aji Nugraha, orang sipil juga. Dibeli Rp 1,5 jutaan," tambah Pamungkas.

Pamungkas mengatakan, jika di kemudian hari ditemukan indikasi keterlibatan anggota TNI, pihaknya tidak akan segan-segan untuk melakukan tindakan tegas.

Next

"Apabila di kemudian hari ditemukan ada oknum anggota TNI yang terlibat maka akan dilakukan proses hukum," ujarnya.

Kasus tersebut kini dilimpahkan ke kepolisian. Pamungkas menuturkan, pelimpahan kasus itu lantaran perempuan tersebut adalah warga sipil. Selain itu, pihak Denpom III/5 Bandung belum menemukan indikasi keterlibatan anggota TNI dalam kasus tersebut.

"Setelah belum ditemukan keterlibatan anggota TNI, maka kasusnya dilimpahkan ke Polrestabes Bandung karena tersangkanya orang sipil. Sehingga, kasusnya dan barang bukti dilimpahkan ke Polrestabes Bandung untuk diproses hukum sesuai dengan aturan yang ada," tuturnya.

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya