Mayoritas Pengendara di Indonesia Sudah Paham Soal Tekanan Angin Ban, Tapi...

Oleh Redaksi Otosia pada 18 Feb 2021, 21:45 WIB
Diperbarui 18 Feb 2021, 21:45 WIB
Ilustrasi memeriksa tekanan angin (Istimewa)
Ilustrasi memeriksa tekanan angin (Istimewa)

Otosia.com Ban merupakan komponen yang penting. Pembungkus pelek ini sangat erat kaitanya dengan keselamatan di jalan raya karena bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Sayangnya tidak sedikit pemilik kendaraan yang mengabaikan komponen yang satu ini.

Dalam sebuah penelitian, Michelin Indonesia mengungkap fakta bahwa mayoritas pengendara Indonesia mengetahui tekanan angin ideal. Namun mereka belum melakukan pengecekan tekanan angin secara berkala.

Hasil survei juga menyebutkan, lebih dari 77 persen pengendara mengetahui nilai tekanan angin yang tepat untuk kendaraan mereka yaitu pada rentang 28-33 psi (pound per inci persegi).

 

 

Video Paling Dicari saat Ini
 (kpl/nzr)

Next

Nilai tekanan angin ideal ini dapat dilihat pada petunjuk kendaraan yang biasanya terletak di sisi kanan pintu kemudi. Namun, kenyataannya banyak dari ban kendaraan yang diperiksa memiliki tekanan angin yang tidak sesuai dengan nilai yang disarankan.

Hanya 21 persen pengendara yang disurvei menyatakan hanya mengecek tekanan angin sesekali jika ban mulai kempes, terasa tidak nyaman, atau saat akan melakukan perjalanan jauh.

Sedangkan temuan lainnya, sebanyak 64 persen dari pengendara mobil yang disurvei mengakui mengecek tekanan angin pada ban setidaknya setiap satu bulan sekali.

Next

Selanjutnya,15 persen pengendara lainnya melakukan pengecekan angin setelah lebih dari jangka satu bulan.

"Meskipun tidak ada kerusaan yang terlihat di permukaan, ban bisa kehilangan tekanan udara hingga 1 psi setiap bulan. Hal ini dapat dipercepat oleh kebocoran udara dikarenakan kebocoran yang tidak disengaja, kebocoran pada katup atau tutup katup, atau kerusakan roda," ujar Customer Engineering Support Michelin Indonesia, Fachrul Rozi.

Lantas kapan waktu ideal mengecek tekanan angin ban?

Next

"Jangka waktu ideal untuk memeriksa tekanan angin pada ban adalah dua minggu sekali. Atau selambat-lambatnya satu bulan sekali, tetapi jangan sampa lebih dari satu bulan tidak mengecek tekanan angin pada ban, " kata Presiden Direktur Michelin Indonesia, Steven Vette.

Menurut Steven, kurang mengisi angin atau mengisi secara berlebihan, dapat mengakibatkan ban aus lebih cepat, mengurangi daya cengkeram, dan menjadikan lebih boros bahan bakar. Memeriksa tekanan angin wajib dilakukan secara rutin untuk memastikan keamanan selama berkendara.

"Secara umum pengendara memiliki pengetahuan yang baik tentang tekanan angin yang ideal, namun masih jarang memeriksa tekanan angin secara rutin," tutup Steven.

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya