Cerita Perseteruan Tesla dengan Karyawannya Sendiri yang Diwajibkan Bayar Rp5,66 Miliar

Oleh Redaksi Otosia pada 07 Des 2020, 08:15 WIB
Diperbarui 07 Des 2020, 08:15 WIB
Elon Musk. ©2015 Merdeka.com
Elon Musk. ©2015 Merdeka.com

Otosia.com Siapa sangka, bos Tesla, Elon Musk pernah bersengketa dengan mantan karyawannya sendiri. Berdasarkan hasil persidangan, karyawan bernama Martin Tripp itu harus membayar USD400 ribu atau Rp5,66 miliar ke Tesla.

Perseteruan tersebut disebabkan karena mantan karyawan tadi membocorkan informasi kepada wartawan seputar penundaan produksi di Gigafactory, Nevada.

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/ahm)

Next

Pembayaran tersebut pun menjadi sebuah bagian untuk penyelesaian sebuah gugatan yang diajukan oleh Tesla pada tahun 2018, atas tuduhan bahwa Martin Tripp secara ilegal membocorkan rahasia dagang produksi Tesla model 3, seperti melansir laman Bloomberg.

Sebagai bagian dari perjanjian, Tripp sendiri mengaku telah melanggar undang undang rahasia dagang dan perjanjian kerahasiaan. Tripp adalah seorang teknisi yang bekerja di Gigafactory dari tahun 2017 hingga 2018. Saat masih di perusahaan tersebut, dia mengirim email ke wartawan dan mengatakan bahwa Tesla, tidak akan bisa mencapai target produksi sebanyak 5.000 Tesla Model 3 dalam waktu seminggu.

Next

Tesla Pecat Tripp

Tesla sendiri pun langsung memecat Tripp, saat mengetahui bahwa dirinya yang menjadi sumber dari kebocoran informasi tersebut. Setelah itu, Musk dengan dirinya secara terbuka bersengketa.

Kemudian Tripp membalas Elon Musk dengan tuduhan pencemaran nama baik. Hanya saja hakim federal yang menangani kasus itu membatalkannya. Hakim memutuskan bahwa Tripp gagal menujukkan bukti terkait pencemaran nama baik tersebut.

Reporter: Yoga Senjaya Putra

Sumber: Liputan6.com

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya