Mitos atau Fakta, Mobil Listrik Lebih Hemat Biaya dari Mesin Konvensional

Oleh Redaksi Otosia pada 07 Nov 2020, 08:45 WIB
Diperbarui 07 Nov 2020, 08:45 WIB
Hyundai Ioniq Electric (Hyundai)
Hyundai Ioniq Electric (Hyundai)

Otosia.com Hadirnya mobil listrik digadang-gadang bisa berperan dalam menciptakan udara yang lebih bersih. Selain itu, absennya mesin pembakaran dalam atau combustion engine juga disebut lebih hemat biaya operasional harian.

Hyundai Motors Indonesia (HMID) pun mengklaim bahwa sepasang mobil listrik terbarunya, Hyundai Ioniq dan Hyundai Kona Electric, bisa 4 kali lebih efisien dibanding kendaraan mesin konvensional. Tentu argumen ini berdasarkan percobaan yang sudah dilakukan.

Berbekal kapasitas baterai 38,3 kWh, Hyundai Ioniq Electric mampu menjelajah hingga 373 km. Artinya, jika dikonversi dengan tarif dasar listrik tertinggi sekarang, Rp1444,7/kWh, maka uang yang dibutuhkan mobil listrik untuk mencapai jarak tersebut sebesar Rp538 ribuan.

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/crn)

Next

Sedangkan pada mobil mesin konvensional dengan rata-rata efisiensi bahan bakar minyak (BBM) 10 km/liter, berarti dibutuhkan BBM sebanyak 37,3 liter. Seandainya menggunakan bensin dengan RON 90 yang dibanderol Rp7.650, artinya pengemudi harus mengeluarkan uang sebanyak Rp2,85 jutaan.

Tak hanya di biaya operasional harian, efisiensi mobil listrik juga terletak di perawatannya. Absennya mesin konvensional menyebabkan komponen yang bergerak menjadi semakin sedikit. Karena itu, pihak HMID menganjurkan servis berkala Hyundai Ioniq dan Hyundai Kona Electric dilakukan setelah 1 tahun atau 15.000 km.

Komponen fast-moving yang perlu diganti pun tidak sebanyak mesin konvensional. Di mobil listrik, bagian yang harus diperiksa berkala hanyalah ban, kampas rem beserta rotornya, serta sistem pencahayaan. Selebihnya, merupakan part slow-moving atau usia pakainya bisa lebih dari 3 tahun.

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya