Pemilik Mobil Hybrid dan Mobil Listrik Disebut Bisa Hemat Sampai 50 Persen untuk Perawatan

Oleh Redaksi Otosia pada 29 Sep 2020, 09:15 WIB
Diperbarui 29 Sep 2020, 09:15 WIB
Mitsubishi Outlander PHEV (Autoevolution)
Mitsubishi Outlander PHEV (Autoevolution)

Otosia.com Harga mobil listrik dan mobil hybrid sebenarnya lebih mahal dari mobil berbahan bakar bensin. Bahkan harga mobil listrik dan hybrid bisa tembus miliaran rupiah di Indonesia.

Tapi pemilik mobil listrik ataupun hybrid disebut bisa menghemat hingga 50 persen untuk perawatan dan perbaikan, jika dibandingkan dengan mobil biasa, seperti dilaporkan Consumer Reports.

Melansir InsideEVs, analisis Consumer Reports tersebut didapatkan dari data survei keandalan tahun 2019 dan 2020. Biaya yang lebih hemat pada sisi perawatan dan perbaikan berlaku selama masa pakai kendaraan didefinisikan mencapai 321.868 km (200.000 mil).

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/tys)

Next

"Mobil listrik tidak membutuhkan banyak perawatan seperti mobil berbahan bakar bensin, dan meskipun perbaikan tidak selalu murah, tetapi jarang diperlukan. Selain lebih mudah dan lebih murah perawatannya, banyak mobil listrik memberikan akselerasi yang lebih baik dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar bensin dan tidak menghasilkan polusi udara," kata Associate Director of Consumer Reports Auto Test Center, Gabe Shenhar.

Sebagai perbandingan Consumer Reports juga menunjukkan rincian biaya perawatan dan perbaikan untuk tiga jenis mobil, berikut datanya:

Next

Mobil listrik bertenaga baterai (BEV) = USD 0,03/mil atau Rp 446/1,6 km.

Mobil Plug-in Hybrid (PHEV) = USD 0,06/mil atau Rp 446/1,6 km.

Mobil berbahan bakar bensin (ICE) = USD 0,06/mil atau Rp 897/1,6 km.

Dari rincian tersebut sebenarnya mobil plug-in hybrid cukup menarik. Pasalnya, jenis PHEV juga ditenagai oleh mesin dengan pembakaran internal alias berbahan bakar bensin. Tapi biaya perawatannya lebih murah daripada mobil biasa.

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya