Jika Hujan, Valentino Rossi dan Fabio Quartarao Cemas soal Keamanan Sirkuit Red Bull Ring

Oleh Redaksi Otosia pada 15 Agu 2020, 10:15 WIB
Diperbarui 15 Agu 2020, 10:15 WIB
Valentino Rossi (Yamaha Monster Energy MotoGP)
Valentino Rossi (Yamaha Monster Energy MotoGP)

Otosia.com MotoGP 2020 seri Austria di sirkuit Red Bull Ring akan digelar akhir pekan ini, Minggu (16/8/2020). Cuaca tak mendukung dikhawatirkan akan terjadi saat balapan berlangsung.

Terlebih jika hujan mengguyur sirkuit tersebut. Jika sirkuit basah saat balapan, hal itu dikhawatirkan bisa memengaruhi balapan.

Meskipun sirkuit Red Bull Ring dianggap sebagai salah satu venue dengan kualitas tertinggi di dunia, tapi karakteristik sirkuit tersebut dengan tanjakan curam di awal putaran menjadi momok. Apalagi jika diikuti angin dari arah berlawanan, bisa saja air menumpuk di jalur tersebut.

 

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/tys)

Next

Poin utama yang dikhawatirkan adalah zona pengereman di Turn 1. Terutama belokan cepat Turn 2 ke Turn 3. Terakhir balap F1 bermasalah di sirkuit ini saat hujan lebat mengguyur.

"Dulu kami emngalami masalah pengereman yang ssama untuk Turn 1 dna Turn 3 dan banyak terjadi kecelakaan, terutama di Moto2," ungkap pembalap Yamaha Monster Energy MotoGP, Valentino Rossi, dikutip dari Crash.

Rossi mengatakan kemungkinan mengapa kecelakaan banyak terjadi. Dia menyebut kemungkinan karet di permukaan yang sedikit dan licin karena air. "Kami akan melihat apakah itu cukup aman, tapi saya tetap berharap untuk balapan dengan lintasan kering," lanjutnya.

Quartararo Pernah Jatuh

Sepang Racing Team

Sementara itu, pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartarao bahkan sudah mengalami kecelakaan di Austria setahun lalu. Pembalap asal Prancis itu berharap agar pengelola sirkuti Red Bull Ring mendengar saran dari pembalap.

"Sejujurnya, tahun pertama saya balapan dalam kondisi basah di sini, tikungan ada di kanan dan saya jatuh di kiri! Kondisi seperti itu memang tidak bagus, tapi memang dengan tanjakan dan turunan membuat air lebih banyak (tergenang) dan cukup berbahaya bagi kami," katanya.

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya