3 Tanda V-Belt Motor Matik Harus Diganti

Oleh Redaksi Otosia pada 27 Jul 2020, 20:15 WIB
Diperbarui 27 Jul 2020, 20:15 WIB
Ilustrasi v-belt motor matik (Suzuki Indonesia)
Ilustrasi v-belt motor matik (Suzuki Indonesia)

Otosia.com Masa pakai v-belt pada motor matik tergantung pemakaian. Hanya saja, penggantian v-belt biasanya setelah motor matik dipakai menjangkau jarak sekitar 25.000 kilometer hingga 30.000 kilometer.

Pemilik kendaraan juga bisa melihat buku panduan atau manual motor matik yang dimiliki agar tak lupa mengganti v-belt. Tapi Otoovers juga bisa melakukan pemeriksaan untuk tahu apakah v-belt sudah waktunya diganti atau belum.

Dikutip dari laman Suzuki Indonesia, ada tiga cara untuk mengetahui apakah v-belt harus diganti atau tidak. Berikut tiga tanda v-belt harus diganti:

Video Paling Dicari saat Ini
 (kpl/tys)

Next

1. Tarikan Motor Tidak Senyaman Biasanya

Umumnya, motor matik memiliki tarikan yang halus dan lancar. Namun, jika tiba-tiba tarikan menjadi kasar dan berkurang, bisa jadi penyebabnya adalah v-belt yang sudah uzur dan harus diganti sebelum putus.

Next

2. V-belt Mulai Retak

V-belt atau van belt ini juga bisa mengalami keretakan jika sudah waktunya diganti. Untuk bisa melihat keretakan itu, Otolovers bisa mengamati lekukan yang membentuk huruv V pada bagian motor yang bergerigi.

Next

3. Ganti Kelipatan 15.000 Km

Meski memiliki masa pakai di atas 20.000 kilometer, tapi ada baiknya untuk memeriksa pada kelipatan 15.000 kilometer. Pasalnya, umur v-belt tidak bisa disamakan satu dengan lainnya. Maka sebaiknya gantilah v-belt dengan yang baru setelah masuk kelipatan 15.000 kilometer.

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya