Test Drive Singkat Hyundai Kona Electric, Menjajal SUV Ramah Lingkungan

Oleh Redaksi Otosia pada 20 Nov 2021, 21:15 WIB
Diperbarui 09 Des 2021, 12:35 WIB
Unit test drive Hyundai Kona Electric di GIIAS 2021 (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)
Unit test drive Hyundai Kona Electric di GIIAS 2021 (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

Otosia.com PT Hyundai Motor Indonesia memboyong kedua mobil ramah lingkungannya selama GIIAS 2021, yakni Hyundai Ioniq dan Hyundai Kona Electric. Kedua mobil berbasis baterai itu tampil di booth Hyundai selama Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 berlangsung hingga hari Minggu, 21 November 2021 nanti.

Pada ajang otomotif berskala internasional ini, Otosia berkesempatan "menjajal" Hyundai Kona Electric melalui program test drive yang disediakan GIIAS. Berdasarkan data dari aplikasi GIIAS Auto360, mobil tersebut sudah dicoba oleh pengunjung sebanyak 865 kali.

Sebelum GIIAS 2022
 (kpl/dit)

Next

Lokasi test drive berada di belakang gedung 3 ICE BSD City Tangerang, di mana test track berbentuk huruf "U". Di dalam lintasan tersebut disematkan kumpulan polisi tidur tinggi, dua jalan lurus panjang, dan area putar balik.

Unit yang disediakan adalah Hyundai Kona Electric facelift berwarna biru muda atau Hyundai sebut sebagai Dive in Jeju. Kondisi baterai di kisaran 75-80%, lebih dari cukup untuk melakukan satu ronde test drive singkat.

Tampilan unik

Hyundai Kona Electric (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

Berbeda dengan Hyundai Ioniq, Kona mengusung tampilan Electric Vehicle (EV) terkini, di mana bagian grill depan mobil dihilangkan. Desain seperti ini kerap ditemukan pada mobil listrik modern, seperti Tesla Model 3 atau Tesla Model S.

Bukan berarti tidak enak dilihat, melainkan menurut kami masyarakat Indonesia bisa jadi memerlukan waktu untuk menyesuaikan dengan tampilan Kona electric, mengingat desain mobil seperti ini cukup jarang ditemukan di jalanan tanah air.

Next

Sektor buritan Kona tidak kalah menarik. Lampu utama mobil itu diletakkan lebih tinggi untuk memudahkan pengemudi lain melihat lampu rem mobil tersebut menyala. Sementara lampu seinnya berada di bagian bawah, bersampingan dengan lampu mundur.

Untuk kaki-kaki, Hyundai Kona Electric dilengkapi pelek kembang lima palang berukuran 17 inci. Yang menarik, beberapa area dari pelek tersebut ditutup. Hal ini dilakukan guna meningkatkan aerodinamika mobil.

Kabin cukup premium

Interior Hyundai Kona Electric (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

Hyundai Kona hanya tersedia dengan satu varian, di mana harga mobil itu mencapai Rp 697 juta. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa Hyundai Indonesia hanya menghadirkan SUV listrik itu dengan paket komplet.

Interior mobil itu terasa cukup premium, mulai dari penggunaan bahan-bahan soft touch di sekitar dasbor dan pintu, speedometer seluruhnya digital, serta fitur pemanas dan pendingin kursi yang tentu sangat membantu untuk iklim Indonesia.

Next

Namun beberapa bagian dari mobil tersebut, seperti area bawah interior masih menggunakan bahan plastik. Kendati area tersebut jarang disentuh, kesan mewah mobil ini cukup berkurang saat melihat bagian yang belum dilapisi bahan premium.

Sayangnya, lantaran sudah ditunggu pengunjung lain, Otosia tidak mendapat kesempatan untuk mencoba duduk di kursi baris kedua.

Rasa berkendara

Ilustrasi Hyundai Kona Electric melakukan test drive (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

Selayaknya mobil listrik, seluruh performa mobil disalurkan ke roda depan tanpa hambatan. Artinya motor listrik berdaya pacu 136 PS dengan torsi puncak 395 Nm bawaannya langsung terasa saat pertama kali menekan pedal gas.

Hal ini membuat Hyundai Kona, beserta mobil listrik pada umumnya, mempunyai akselerasi mumpuni di kecepatan rendah. Mobil terasa terdorong maju dengan cepat berkat torsi dari dapur pacunya dapat dirasakan langsung di kecepatan rendah.

Next

Sementara fitur regenerative braking pada unit test drive ini bisa jadi dinonaktifkan atau diseting ringan. Alhasil, Hyundai Kona yang kami coba tidak dioperasikan dengan one pedal driving, di mana mobil akan mengerem secara otomatis saat pedal gas diangkat.

Suspensi SUV ini tergolong nyaman saat melintasi kumpulan polisi tidur di test track GIIAS, mobil tidak terasa melayang atau terombang-ambing. Namun tentunya hal ini perlu diselidiki lebih dalam di jalanan yang lebih bergelombang.

Selebihnya, Hyundai Kona Electric ini perlu dijajal di lokasi dan jalanan yang lebih menantang. Lintasan yang disediakan GIIAS untuk test drive hanya cukup untuk memberikan kesan pertama rasa berkendara mobil tersebut, bukan performa lengkap mobil itu.

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya