Razia Lampu Strobo Pukul Omzet Pedagang Aksesoris

Ternyata efek yang dirasakan para pedagang aksesoris cukup besar, sebesar apa impact razia strobo?

Selasa, 07 November 2017 09:45
Lampu Strobo (foto: Istimewa)
Editor : Fajar Ardiansyah
Reporter : Nazarrudin Ray

Otosia.com - Aturan larangan menggunakan lampu rotator alias strobo pada kendaraan pribadi, gencar dilakukan jajaran Kepolisian Republik Indonesia. Hampir di setiap daerah, 'razia strobo' kerap digelar. Bahkan, beberapa komunitas otomotif sudah melakukan kampanye 'Stop' penggunaan strobo.

Di satu sisi larangan penggunaan strobo yang bukan pada semestinya membuat masyarakat menjadi tertib dan tidak mengganggu pengendara lain, namun di sisi lain, razia atau tindakan tegas penggunaan lampu strobo memukul omzet pedagang aksesoris kendaraan.

Sebagai seorang pebisnis di bidang aksesori mobil, Andy salah seorang Manager Autoplaza, penjual aksesoris strobo mengaku pelarangan penggunaan lampu tersebut berdampak pada penjualan yang terus merosot. Biasanya, kata Andy, sebelum gencarnya larangan penggunaan strobo dia banjir pesanan, kini hanya beberapa saja.

"Sebelumnya kami bisa menjual 10 set per bulan, kini hanya 3 set saja," ungkap Andi saat ditemui di gerai Autoplaza, MGK-Kemayoran, Jakarta, Senin (6/11).

Sebagai pedangan Andi menyadarai bahwa pihak sipil yang kedapatan menggunakan lampu rotator pada kendaraannya sudah tentu mendapat sanksi sebagaimana aturan yang ditetapkan oleh Undang-Undang dengan pasal 287 ayat (4) pasal 59 UU RI. No 22 tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan.

Andy juga mendukung upaya Kepolisian dalam memberantas penyalahgunaan lampu rotator yang disematkan pada kendaraan pribadi. Menurutnya, hal ini sangat penting dilakukan mengingat banyak oknum sipil yang bertindak di luar jalur.

Namun katanya, di satu sisi fungsi strobo bagi komunitas mobil saat konvoi boleh dibilang ada manfaatnya. Selain menginformasikan jika ada iringan kendaraan pada pengguna jalan lainnya, lampu strobo juga berguna untuk mengarahkan jalan rombongan.

"Bahkan penggunaan lampu strobo juga bisa difungsikan sebagai perangkat untuk menangkal para begal. Sebab saya sendiri pernah menjadi korban begal. Namun dengan adanya alat tersebut ternyata ampuh membuat sang begal lari ketakutan," papar Andy.

Di sisi lainnya, kata dia, masih banyak konsumen yang belum memahami fungsi dari warna pada lampu strobo yang disematkan. "Kita dilarang menggunakan strobo berwarna biru karena ia mutlak milik Polisi dan merah untuk ambulance serta pemadam kebakaran. sementara warna kuning biasa dipakai oleh kendaraan komersil seperi truk, taksi dan lain-lain," jelasnya.

Diakuinya memang, ada beberapa konsumen yang minta dipasangi lampu strobo hanya untuk digunakan saat darurat, lantaran di lokasi tempat mereka tinggal dikenal rawan begal. Adapula salah satu konsumen yang kebetulan suaminya seorang anggota TNI/Polri yang minta dipasangi strobo.

"Lantaran sang suami sering dinas ke luar kota, dia khawatir dengan keamanan istrinya sehingga mobilnya dipasangi strobo. Alasannya agar aman di jalan saat ditinggal dinas keluar daerah," pungkas Andy.

YANG LAINNYA JUGA GOKIL NIH, OTOLOVERS!

(kpl/nz/fjr)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami