Ramai Berita Tutup Pabrik, Ini Lika-liku Kisah Pendiri Nissan

Sebelum mendirikan Nissan, Yoshisuke Aikawa pernah menjadi mekanik di Amerika. Pengalaman inilah yang membawanya meraih mimpi

Rabu, 10 Juni 2020 16:15
Ramai Berita Tutup Pabrik, Ini Lika-liku Kisah Pendiri Nissan Pendiri Nissan, Yoshisuke Aikawa, pernah jadi mekanik di Amerika (Nissan)

Editor : Nazarudin Ray

Otosia.com - Dalam dua minggu terakhir otomotif nasional dikejutkan dengan penutupan pabrik perakitan Nissan di Indonesia. Penutupan ini menjadikan Thailand sebagai basis produksi untuk wilayah ASEAN.

Penutupan pabrik juga dilakukan di Spanyol, dan pabrik Nissan di Sunderland Inggris menjadi basis wilayah Eropa. Kabarnya Nissan juga akan menghentikan operasional pabrik mereka di India.

Selain makin merosotnya penjualan dan Nissan kalah bersaing dengan merek lain, penutupan pabrik di Indonesia merupakan bagian dari rencana optimalisasi bisnis Nissan ke depan.

Menilik jauh ke belakang. Nissan bukanlah brand otomotif 'kaleng-kaleng'. Brand Jepang ini punya sejarah panjang sebagai pabrikan terkemuka dunia. Apalagi sejak awal berdiri, merek ini ingin menciptakan produk yang berbeda dari brand lainnya.

Hal tersebut pernah dikatakan oleh pendiri Nissan, Yoshisuke Aikawa. Lahir pada tahun 1880, Aikawa pernah mengucapkan keyakinan, "Berani melakukan apa yang tidak dilakukan orang lain". Pola pikir yang berani ini kemudian menjadi DNA Nissan.

Boleh dibilang, Yoshisuke Aikawa yang wafat pada tahun 1967 lalu merupakan pendiri sekaligus salah satu pengusaha terbesar pada Periode Showa (1926-1989) di Jepang. Ia lahir di desa Oouchi (sekarang merupakan kota Yamaguchi) di Prefektur Yamaguchi pada 6 November 1880.

1 dari 4 Halaman

Berdasarkan artikel yang pernah dibuat oleh Shizuo Takashima, Aikawa bukanlah orang sembarangan. Ada darah biru sejati mengalir dari ayahnya yang menjadi kepala Keluarga Aikawa ke-10, seorang penguasa lokal yang melayani klan Choshu, dan Ibunya adalah keponakan dari Kaoru Inoue, tokoh sentral dalam klan Choshu yang kuat.

Aikawa memilih apa saja yang ia suka dari profesinya. Pada kemudian hari Ia memutuskan untuk bekerja sebagai mekanik, menerima hanya 45 sen per hari di Shibaura Seisakusho (sekarang Toshiba). Menariknya, Aikawa bekerja tanpa mengungkapkan identitas dan latar belakang akademiknya.

Tekadnya untuk masuk ke industri manufaktur dimulai saat dia hampir mengalami sakit parah saat di universitas. Hal ini membentuk keinginannya untuk terlibat dalam pekerjaan yang memberinya rasa hidup dan yang pada akhirnya menuntunnya untuk bekerja di bidang tersebut.

Pengalamannya yang luas akan proses manufaktur adalah salah satu faktor keberhasilan operasi produksinya di masa mendatang. Ia juga dihormati akan pilihannya untuk menjalani kehidupan sederhana, yang dapat dilihat dari foto-fotonya, dengan potongan rambut yang dimilikinya sepanjang hidupnya, seperti seorang samurai.

2 dari 4 Halaman

Jadi mekanik di Amerika

Mewujudkan apa yang ia suka dan menambah pengalaman, Aikawa kemudian pergi ke Amerika Serikat. Di negeri Paman Sam Ia mendapatkan pekerjaan sebagai mekanik di sebuah pabrik besi tuang milik Gould Coupler Co. Selama setahun lebih bekerja, Aikawa dengan tekun mempelajari berbagai teknologi dan teknik.

Menariknya, tahun itulah General Motors didirikan. Setelah menghadapi industri otomotif, yang merupakan wilayah yang tidak diketahui, Aikawa merasa bahwa industri otomotif memiliki potensi yang tidak terbatas. Ia memilih untuk kembali ke Jepang dan mendirikan beberapa perusahaan serta membeli beberapa perusahaan lainnya. Ia mulai dikenal oleh industri dan masyarakat akan kemampuannya sebagai pengusaha muda yang dinamis.

Aikawa dengan cepat yakin akan peluang mobil dan industri mobil di masa depan, terlebih ia bersikeras bahwa Jepang perlu memproduksi mobil-mobil superior.

3 dari 4 Halaman

Produksi pertama

Aikawa menilai, inilah saat yang tepat mendirikan Jidosha Seizou KK di Yokohama, yang dibentuk pada 26 Desember 1933 dan didirikan bersama Nihon Sangyo. Pada pertemuan pemegang saham pertama, yang diadakan pada 30 Mei 1934, Jidosha Seizou KK berganti nama menjadi Nissan Motor Co., Ltd. karena menjadi anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Nihon Sangyo. Inilah kelahiran Nissan Motor dalam nama dan kenyataan.

Jumlah produksi Nissan pada tahun 1933 hanya sebesar 202 unit dari fasilitas produksi di Osaka. Setahun kemudian produksinya melonjak menjadi 940 unit ketika fasilitas dipindahkan ke Yokohama.

Pada tahun 1935, ketika jalur konveyor sepanjang 70 meter selesai, pembuatan kerangka mobil dan bodi terintegrasi dimulai. Akibat hal tersebut produksi tahunan mencapai 3.800 unit.

4 dari 4 Halaman

Produksi meningkat menjadi 6.163 unit pada tahun 1936 dan 10.227 unit pada tahun 1937, menjadikan Nissan produsen mobil terbesar di negara-negara Asia di antara beberapa perusahaan yang dibiayai dengan modal Jepang. Saat itu Nissan juga telah mulai mengekspor mobil, meski volumenya masih kecil.

Dengan demikian, mimpi ambisius Aikawa menjadi kenyataan, dan landasan telah terbentuk untuk Nissan dalam membuat lompatan ke panggung dunia.

Tidak puas dengan dilahirkan dalam keluarga terhormat serta posisi yang dapat diperoleh melalui latar belakangnya, Aikawa Yoshisuke bekerja di garis depan sebuah lokasi produksi hanya sebagai seorang mekanik pabrik dan bekerja keras untuk memperoleh keterampilan teknis.

Aikawa tidak berpuas diri. Ia juga langsung mengabdikan dirinya untuk masa depan industri mobil Jepang. Tidak hanya sebagai pendiri Nissan Motor tetapi juga sebagai tokoh besar yang menulis halaman penting dalam sejarah industri mobil Jepang, Yoshisuke Aikawa menonjol sebagai salah satu pria terhebat di Jepang.

(kpl/nzr)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami