Protes Rider NMAX BBM Tidak Sesuai Takaran, Ini Jawaban Pertamina

Pertamina telah menindaklanjuti unggahan tersebut, dengan pengecekan kondisi di lapangan dan memantau CCTV di SPBU dengan hasil...

Rabu, 31 Mei 2017 22:08
Ilustrasi Foto SPBU Pertamina by Nazar Ray
Editor : Nurrohman Sidiq
Reporter : Nazarudin Ray

Otosia.com - Pertamina membantah terjadi kecurangan pengisian bahan bakar (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamax di SPBU 34.106.04 di Jl. Bungur, Jakarta. Bantahan ini menyusul keluhan Beldy Risyan Hukom di media sosial Facebook (30/5) yang merasa SPBU Pertamina Bungur melakukan kecurangan setalah ia mengisi 4 liter BBM di motor Yamaha NMAX miliknya.

Pertamina telah menindaklanjuti unggahan tersebut, dengan pengecekan kondisi di lapangan dan memantau CCTV di SPBU dengan hasil sebagai bahwa pengisian BBM sudah sesuai aturan yang berlaku dan tidak ditemukan adanya indikasi kecurangan oleh pihak SPBU.

Sebelumnya berdasarkan hasil investigasi Pertamina, pada hari Selasa (30/5) jam 15.30 WIB Beldy Risyan Hukom melakukan pembelian BBK jenis Pertamax di SPBU 34.106.04 di Jl. Bungur, Jakarta, pada Nozzle 16.2 sebanyak 4 Liter.

Setelah selesai melakukan pembelian Pertamax, Beldy merasa takaran dari SPBU kurang. Kemudian Beldy melakukan komplain kepada operator, lalu diarahkan kepada Pengawas SPBU mengingat antrian pengendara motor yang cukup panjang.

Beldy meminta kepada pengawas agar tangki BBM motor dikuras untuk mengetahui jumlah BBM yang diisi kedalam motor. Pengurasan tangki BBM Motor dilakukan hanya menggunakan selang dengan cara disedot secara manual, sehingga BBM yang dikeluarkan tidak seluruhnya, karena tersisa 1 Bar berdasarkan permintaan Beldy untuk disisakan seperti kondisi awal sebelum dilakukan pengisian BBM.

"Kondisi BBM 1 Bar ini tidak dapat dipastikan berapaliter BBM yang tersisa secara akurat. Sebagai informasi, kapasitas tangki kendaraan tersebut adalah 6,6 Liter," jawab Pertamina dalam keterangan resminya, Rabu (31/5).

Selanjutnya Pertamina menyatakan, BBM yang dikuras ditampung di wadah, kemudian dihitung hanya dengan menggunakan Gelas Ukur. Volume diperoleh adaBU langsung mengganti kekurangan BBM dengan memberikan BBM dari Pertamax kemasan. Slah sekitar 3 Liter. Setelah melakukan pengukuran tersebut, pengawas SPelesai mendapat penggantian, Beldy meninggalkan SPBU.

"Berdasarkan kejadian tersebut, tim Pertamina telah melakukan pengecekkan takaran seluruh volume Nozzle, pengecekkan mesin dispenser, pemeriksaan CCTV SPBU saat terjadi kejadian, Laporan Arus Minyak SPBU. Hasil pengecekkan takaran menunjukkan seluruh Nozzle di SPBU masih memenuhi standar toleransi Metrologi (0,5%) dan standar Pasti Pas (0,3%). Selain itu tidak ditemukan adanya tanda-tanda modifikasi pada mesin dispenser. Dispenser tersebut sebelumnya sudah di-Tera oleh Dinas Metrologi," bela Pertamina.

Atas kejadian ini, Pertamina menghimbau, jika ada keraguan dalam hal kepastian takaran, maka pengecekan yang dilakukan langsung dari dispenser ke Bejana Ukur /Eij Can yang telah di Tera Metrologi, bukan dari tangki BBM motor. Apalagi pengambilan BBM dilakukan dengan disedot secara manual, mengingat masih adanya BBM yang tersisa di tangki yang tidak dapat disedot secara manual.

Bagi konsumen yang membutuhkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Contact Center Pertamina di nomor 1-500000, atau melalui email pcc@pertamina.com.

KABAR MENARIK BERIKUTNYA

(kpl/sdi)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami