Produsen Motor Diminta Jangan Cuma Cari Untung

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi permintaan akan kendaraan bermotor turut terdongkrak setiap tahun. Meningkatnya jumlah kendaraan juga memunculkan kekhawatiran lain, yakni naiknya angka kecelakaan di jalan.

Rabu, 19 November 2014 22:45
Ilustrasi Produksi Motor (foto: Nazar)
Editor : Ahmad Khoirudin

Otosia.com - Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi permintaan akan kendaraan bermotor turut terdongkrak setiap tahun. Meningkatnya jumlah kendaraan juga memunculkan kekhawatiran lain, yakni naiknya angka kecelakaan di jalan.

Karena itu produsen otomotif tidak hanya memikirkan keuntungan dan angka-angka jualan, namun dituntut lebih peduli terhadap masalah keselamatan pengguna produknya.

"Pembuatan motornya sudah aman, tapi bagaimana membuat konsumen bisa menganggap bahwa safety riding merupakan hal yang dibutuhkan?" tanya Ridwan, mahasiswa UNS Solo, pada diskusi Road Safety dan Bedah Buku 'Menghapus Jejak Roda', di Kampus V UNS Solo, di Pabelan, Solo, Selasa (18/11).

Pertanyaan tersebut kemudian direspon Gunadi Sindhuwinata, Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI). Gunadi menyatakan, produsen sepeda motor punya tanggung jawab untuk mengedukasi pengguna sepeda motor. Anggota AISI mengaku peduli keselamatan jalan, tidak hanya memproduksi dan menjual motor.

"Kedepan kami harapkan penjual motor juga menjelaskan soal safety riding kepada calon konsumen," kata Gunadi.

Ditambahkan, AISI fokus pada kampanye HHRT, yakni helmet, headlamp, roadsurface, dan training. AISI mengaku tidak mau dituding hanya bisa berjualan tapi tidak peduli keselamatan. "Karena itu kami berikan satu helm saat konsumen membeli motor," katanya.

Sementara Hari Sasono, Ketua Yayasan PT Astra Honda Motor (AHM) menimpali. Pada dasarnya kepedulian produsen sepeda motor diawali dengan menciptakan motor yang sesuai standar keselamatan. Dia menjelaskan, apa yang dilakukan Yayasan AHM juga bagian dari mengedukasi konsumen.

"Kami juga mengedukasi masyarakat secara lebih luas seperti ke sekolah dan perguruan tinggi," katanya.

Sementara itu terkait dengan perilaku berkendara, menurut data Korlantas Polri, pada semester pertama 2014, sebanyak 56,12 persen pelaku kecelakaan tidak memiliki SIM. Pada enam bulan pertama 2014 itu ada sekitar 44 ribu lebih pelaku kecelakaan. Bila dibandingkan periode sama 2013, jumlah mereka yang menjadi pelaku kecelakaan turun sekitar 10 persen.

Pada enam bulan pertama 2014, rata-rata setiap harinya ada 246 kasus kecelakaan di jalan. Angka itu memang turun sekitar 10 persen bila dibandingkan dengan periode sama 2013. Namun, kasus kecelakaan semester pertama 2014 menyebabkan lebih dari 73 ribu orang menderita. Ironisnya, sekitar 15 persen dari korban tersebut harus menemui ajal.

(kpl/nzr/rd)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami