Polri Akan Tindak Tegas Travel Gelap yang Nekat Angkut Pemudik

Jangan coba-coba, polri bakal tindak tegas travel gelap yang nekat angkut pemudik

Kamis, 15 April 2021 19:15
Polri Akan Tindak Tegas Travel Gelap yang Nekat Angkut Pemudik Polisi akan putar balik masyarakat yang nekat mudik (Liputan6.com)

Editor : Ahmad Muzaki

Otosia.com - Pemerintah secara resmi melarang masyarakat untuk melakukan mudik Lebaran 2021. Aturan ini sendiri dilaksanakan pada 6 Mei hingga 17 Mei 2021.

Meski begitu, tampaknya akan masih ada masyarakat yang nekat mudik. Bahkan di tahun lalu saja, ada ratusan travel gelap yang berhasil diamankan karena membandel tetap membawa pemudik.

1 dari 2 Halaman

Terkait hal itu, Polri pun tak tinggal diam. Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Istiono, M.H., menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas travel atau kendaraan gelap yang nekat membawa pemudik.

Lebih lanjut, melansir Instagram @divisihumaspolri, ia menegaskan bahwa pihak yang bertanggung jawab atas operasional travel gelap bisa ditahan dan akan dibebaskan usai Lebaran 2021.

"Jangan main-main. Travel gelap akan saya tindak. Kalau perlu kita tahan dan dikeluarkan setelah Lebaran nanti. Ini serius. Yang bisa keluar hanya yang punya izin khusus dan kepentingan khusus. Ini adalah operasi kemanusiaan tetapi tindakan kita tetap persuasif dan humanis. Hanya memutarbalik arah saja," jelas Kakorlantas Polri di Satpas SIM Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa (13/4).

2 dari 2 Halaman

Memang larangan mudik ini berlaku untuk semua lapisan masyarakat. Hanya saja, menurut Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setyadi ada pengecualian bagi masyarakat yang diperbolehkan mudik. Akan tetapi harus memenuhi syarat yang telah ditetapkan.

Adapun pengecualian larangan mudik Lebaran 2021 berlaku untuk masyarakat dalam kondisi:

1. Bekerja atau perjalanan dinas untuk ASN, Pegawai BUMD, POlri, TNI, pegawai swasta yang dilengkapi dengan surat tugas dengan tandatanga basah dan cap basah dari pimpinannya.

2. Kunjungan keluarga yang sakit.

3. Kunjungan duka anggota keluarga yang meninggal.

4. Ibu hamil dengan satu orang pendamping dan kepentingan melahirkan maksimal dua orang pendamping.

5. Pelayanan kesehatan yang darurat.

(kpl/ahm)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami