SPBU Curang di Serang Banten Akhirnya Ditutup, Keuntungannya Diperkirakan Capai Rp 7 Miliar

PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga Subholding Regional Jawa Bagian Barat menutup SPBU No. 3442117 Gorda di Kibin, Kabupaten Serang selama 6 bulan setelah terbukti berbuat curang.

Kamis, 23 Juni 2022 18:50
SPBU Curang di Serang Banten Akhirnya Ditutup, Keuntungannya Diperkirakan Capai Rp 7 Miliar Ilustrasi pengisian BBM ke mobil (publicceo.com)

Editor : Nazarudin Ray

Otosia.com - Buntut dari kecurangan dengan cara memodifikasi mesin dispenser BBM dengan menggunakan alat berupa remote control, PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga Subholding Regional Jawa Bagian Barat memberikan sanksi penutupan SPBU selama 6 bulan terhadap SPBU 3442117 Gorda di Kibin, Kabupaten Serang.

Sebelumnya kecurangan penjualan BBM di SPBU Gorda Serang, Kecamatan dibongkar aparat Polda Banten. Praktik yang merugikan konsumen berupa penjualan BBM berjenis Pertalite, Pertamax, Pertamina Dex, Dexlite, dan Solar.

1 dari 7 Halaman

Menurut Eko Kristiawan, Area Manager Communication, Relation & CSR Regional Jawa Bagian Barat mengatakan pihaknya tidak mentolerir jika ada oknum SPBU yang melakukan tindakan kecurangan pengisian BBM, seperti mengatur takaran dengan alat modif remote control yang sangat merugikan masyarakat.

Dia mengakatan langkah jajaran Kepolisian Banten untuk menindak menindak oknum pelaku kecurangan ini telah tepat dan Pertamina Patra Niaga mendukung sepenuhnya upaya kepolisian dalam mengawal dan mengawasi jalannya pendistribusian BBM bersubsidi ini.

2 dari 7 Halaman

"Kami mengapresiasi serta mendukung penuh tim Polda Banten yang telah melakukan penindakan terhadap kejadian ini, sehingga BBM khususnya Subsidi bisa tersalurkan dengan baik dan semestinya kepada masyarakat yang berhak," kata Eko.

Sementara SPBU terdekat dari SPBU 3442117 Gorda Kibin adalah SPBU 3442120 yang berjarak sekitar 4.5 km dan SPBU 3442102 yang berjarak sekitar 5 km.

3 dari 7 Halaman

"Pertamina senantiasa mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengawal dan mengawasi penyaluran distribusi BBM bersubsidi, serta apabila menemukan indikasi kecurangan dapat melaporkan kepada aparat kepolisian maupun Pertamina Call Center 135," imbuh Eko.

4 dari 7 Halaman

Modus SPBU Curang

Para pelaku sudah menjalankan aksinya sedari tahun 2006 silam. Tiap 10 liter BBM, takarannya akan dikurangi antara 0,5 liter sampai 1 liter.

Keuntungan seharinya ditaksir mencapai antara Rp4 juta hingga Rp5 juta. Polda Banten memperkirakan keuntungan selama 6 tahun mencapai Rp7 miliar.

Modus kecurangan bermula dari manajer SPBU, BP, menghubungi pemilik pom bensin dan mengatakan bahwa dia memiliki tenaga ahli yang bisa mengatur mesin dispenser BBM. Tujuannya agar takarannya berkurang. Keinginan itu lantas kemudian disetujui oleh FT sebagai pemilik.

5 dari 7 Halaman

Karena telah disetujui, BP lalu memanggil orang yang ahli mesin dan komputerisasi untuk mengubah mesin dispenser. Rupanya, pada mesin tersebut dipasang peralatan pengubah takaran BBM.

"Alat dibuat khusus oleh tim mereka sendiri. Yang mengetahui ini (takaran berubah) hanya sampai pengawas," kata Kasubdit 1 Indag Dirkrimsus Polda Banten, Kompol Condro Sasongko, di tempat yang sama, Rabu (22/6/2022) kepada Liputan6.com.

6 dari 7 Halaman

Sepintas, mata awam tidak akan menemukan kejanggalan bawah mesin asli dispenser yang telah terpasang alat pengatur takaran BBM. 

Remote control pengaturnya dipegang oleh pengawas SPBU secara bergantian, sesuai jam kerja mereka. 

Apabila pengawas datang untuk melakukan tera ulang, maka mesin akan disetting normal. Namun, ketika konsumen yang membeli bensin, maka pengawas akan mengatur ulang remote control dan takaran BBM akan berkurang setiap 10 liternya.

 

7 dari 7 Halaman

"Remote control untuk menghidupkan dan mematikan jika ada pengawasan dan institusi pemerintah," jelas Condro lagi.

(kpl/nzr)

TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT


Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami