Pertamina Siapkan Cara Bayar Melalui Smartphone

Pertamina sedang mencari cara yang aman agar pembayaran pembelian BBM bisa menggunakan smartphone.

Jum'at, 31 Januari 2020 08:15
Pertamina Siapkan Cara Bayar Melalui Smartphone SPBU Pertamina (Otosia.com/ Nazar Ray)

Editor : Cornelius Candra

Otosia.com - Hadirnya aplikasi MyPertamina membuat Pertamina semakin dekat pada transasksi nontunai untuk pengisian BBM melalui smartphone. Hal itu diungkapkan langsung oleh Direktur Pemasaran dan Retail PT Pertamina, Mas'ud Khamid, dalam Liputan6.com.

Untuk itu, Pertamina tengah mencari cara guna mengantisipasi penggunaan smartphone yang berisiko memicu kebakaran, akibat radiasi sinyal saat melakukan transaksi non tunai pengisian BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

"Ya kita sudah antisipasi. Jadi kalau di luar negeri itu bayar dulu baru isi BBM, bayarnya masuk ke toko," kata Mas'ud, di Kantor Pusat Pertamina, Kamis (30/1).

1 dari 2 Halaman

Cara tersebut dengan mengubah mekanisme transaksi pada SPBU, yaitu memberikan tempat khusus untuk transaksi pembelian BBM, sehingga transaksi tidak lagi dilakukan di area pengisian BBM. Setelah melakukan transaksi kendaraan baru bisa melakukan pengisian BBM.

"Jadi tidak ada cerita saya beli isi BBM full tank itu tidak ada. Jadi harus sebut angka, saya beli BBM sekian liter. Bayar dulu baru isi," ujarnya.

Untuk mengubah mekanisme pengisian BBM di SPBU, Pertamina akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Saat ini mekanisme tersebut pun sudah diterapkan pada SPBU di Rest Area Tol Surabaya KM 57.

2 dari 2 Halaman

"Kita harus ajari masyarakat ke depan, kita edukasi bayarnya tidak dekat SPBU, kita geser sedikit ke luar ke box yang itu aman. Jadi kita biasakan masyarakat kita selama ini berpuluh tahun selama ini datang ke spbu masih di atas motor, tangki dibuka, bayar di situ, ini salah semua, harus benerin," ungkapnya.

Mas'ud menargetkan, perubahan mekanisme transaksi pengisian BBM diterapkan secepatnya. Dia mengakui, mekanisme baru pengisian BBM tersebut membutuhkan waktu lebih lama, namun budaya pengisian BBM saat ini perlu diubah untuk meningkatkan keselamatan.

"Memang butuh waktu tapi itu yang benar. Ke depan kalau sudah digital semua, kita lakukan bayar dulu, baru isi BBM," tandasnya.

Sumber: Liputan6.com

(kpl/crn)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami