Pertajam Layanan Servis, Kontes Mekanik Honda Ke-25 Ditambah Kelas Big Bike

AHM menyadari bahwa para teknisi mereka adalah ujung tombak pelayanan purnajual yang berperan penting dalam menciptakan hubungan jangka panjang yang harmonis antara konsumen dan sepeda motor Honda kesayangannya.

Rabu, 15 Agustus 2018 09:37
Pertajam Layanan Servis, Kontes Mekanik Honda Ke-25 Ditambah Kelas Big Bike Foto: Nazar Ray

Editor : Cornelius Candra
Reporter : Nazarrudin Ray

Otosia.com - Pertumbuhan pasar sepeda motor di Indonesia bersamaan dengan perkembangan teknologi dan jenis sepeda motor menjadikan tingginya pula kebutuhan pelayanan servis yang lebih baik.

Hal tersebut dipandang penting oleh PT Astra Honda Motor (AHM) sehingga mereka tidak henti-hentinya mengadakan kompetisi teknik sepeda motor termasuk kembail menyelenggarakan Astra Honda Technical Skill Contest (AH-TSC) 2018 yang merupakan kontes mekanik Honda ke-25.

AHM menyadari bahwa para teknisi mereka adalah ujung tombak pelayanan purnajual yang berperan penting dalam menciptakan hubungan jangka panjang yang harmonis antara konsumen dan sepeda motor Honda kesayangannya.

Kontes ini sendiri bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan para mekanik sepeda motor Honda memberikan pelayanan. Selain itu, kegiatan ini juga berfungsi sebagai tolok ukur keberhasilan dari pelatihan yang telah diberikan selama ini.

Selain kebutuhan untuk mengasah kemampuan para teknisi secara teknis, AHM banyak melakukan pembaruan dalam kontes kali ini. Mereka memiliki fokus tambahan dalam memiliki standar untuk menghadapi konsumen serta konsep penilaian yang lebih efektif dan efisien.

Yang juga baru dalam kontes ini adalah kelas yang ditujukan bagi teknisi big bike (motor besar) dan service advisor Honda, selain teknisi Astra Honda Authorized Service Station (AHASS).

"Kami percaya bahwa mekanik-mekanik sudah terbiasa dengan masalah teknis, tapi ke depannya juga bagaimana mensupport bisnis kami. Kami menyadari hal itu sehingga sekarang kami juga fokus terhadap pelayanan. Fokus kami adalah menstandarkan pelayanan dari Sabang sampai Merauke. Ke depannya bagaimana agar mekanik kami juga harus ramah terhadap konsumen. Mereka juga harus bisa menjelaskan (permasalahan) dengan baik kepada konsumen," ujar General Manager Technical Service Division AHM, Wedijanto Widarso.

Setiap kelas yang dilombakan mengadopsi pembaharuan uji kompetensi sesuai perkembangan teknologi sepeda motor Honda, mengacu pada impelementasi injeksi PGM-FI Honda dan teknologi motor Honda terbaru.

Kalibarasi pengujian untuk teknisi meliputi uji teori, analisis masalah, pratik penggunaan peralatan bengkel, proses pengukuran, bongkar pasang, dan penanganan masalah pada kendaraan.

Untuk para service advisor, mereka diuji secara teori, teknik, dan praktik dalam bentuk studi kasus atau role play yang telah ditetapkan serta sisi praktik melayani konsumen.

Dari sini, sebanyak 6.004 teknisi pit Honda dan 1.694 service advisor Honda tersaring pada periode Januari-Juli 2018 dari total 19.502 teknisi Honda dan 1.795 service advisor (SA) di seluruh Indonesia.

1 dari 1 Halaman

Ketatnya Seleksi Regional

Ketatnya Seleksi Regional

Setelah melalui tahapan seleksi regional yang ketat, terpilih 27 teknisi pit dan 27 service advisor terbaik dari 3.789 AHASS se-Indonesia yang berkompetisi di tingkat nasional pada 13-14 Agustus 2018 di Bandung, Jawa Barat.

"Penyaringan pertama kami sebut penyaringan sub-regional. Biasanya ini adalah level kabupaten jika kabupatennya besar. Untuk wilayah kecil, langsung masuk regional. Dari kabupaten itu dilanjutkan ke ibu kota provinsi yang kami sebut penyaringan regional. Dari situ dipilih teknisi dan SA terbaik yang masuk final di Bandung," ujar  Wedijanto.

Uji yang lebih efektif dan efisen menanggalkan cara lama kontes dengan membagi kelas terpisah antara teknisi dan SA. Penggabungan dilakukan sehingga proses berjalan layaknya penanganan sehari-hari di bengkel.

"Dulu waktunya memanjang dan membutuhkan dua hari. Kalau sekarang, kontes mekanik dikonteskan bersamaan. Jadi pertama konsumen itu datang ke bengkel akan disambut oleh SA. Mereka akan memberikan jawaban atas keluhan konsumen. Kemudian SA akan menganalisis sepeda motornya. Dia mencatat diagnosis dan menyerahkan lembar diagnosis ke teknisi. Jadi persis seperti di bengkel. Kalau sebelumnya tersendiri jadi tidak terkoneksi," kata dia.

 Untuk kelas baru big bike, AHM memandang bahwa kebutuhan akan servis sepeda motor jenis besar ini dibutuhkan seiring tingginya minat masyarakat.

"Tahun lalu kami menjual big bike 400-500 unit, tahun ini kami berharap meningkatkan penjualan di atas 500 unit. Tahun ini market big bike semakin berkembang, tuntutan konsumennya semakin berkembang, dan teknologi big bike pun semakin berkembang. Kami memasukkan Gold Wing, Africa Twin, sport. Jadi bukan hanya produk, skill mekanik juga harus segera ditingkatkan setinggi mungkin," ujar Thomas Wijaya, Direktur Pemasaran AHM.

Gelaran kontes pun mencapai tahap final. Sembilan nama terbaik diumumkan dalam kontes, yang masing-masing terdiri dari tiga nama untuk tiga kelas. Tiga orang terbaik untuk kategori Big Bike secara bertahap adalah Dodik Kuswinarno (PT Mitra Pinasthika Mulia), Tedi Eka Budiana (Astra Motor Yogyakarta), dan Surya Hadi Purnomo (PT Mitra Pinasthika Mulia).

Lalu tiga orang terbaik untuk kategori teknisi AHASS secara berurutan adalah Masngudin (PT Daya Adicipta Motora), Tri Wahyudi (Astra Motor Semarang), dan Robertus Hendry Purwantoro (Astra Motor Palembang).

Sementara kategori service advisor secara berurutan diraih Nispi Rohmansyah (Astra Motor Semarang), Moh Riduan (PT Mitra Pinasthika Mulia), dan Taufik Hidayat (PT Tunas Dwipa Matra).

  "Di sini ada namanya standar. Kita paling enggak harus tahu misalnya pengukuran apakah itu masih bisa diservis atau sudah harus diganti. Persiapan materi tidak cukup sebulan, harus dua bulan. Praktik meja, ke sistem rangka, pelumasan, kelistrikan," kata juara satu kategori teknisi AHASS, Masngudin (PT Daya Adicipta Motora).

Adapun di kategori big bike, fokus utama adalah melayani konsumen karena para pembelinya terbilang memiliki karakter yang berbeda. Juara untuk kategori ini, Dodik Kuswinarno (PT Mitra Pinasthika Mulia), juga mengatakan bahwa mereka belajar pula sejumlah hal yang belum pernah dihadapi sebelumnya.

"Paling besar adalah tantangan mental. Pengerjaannya juga harus sesuai dari pabrik. Itu yang kadang kita sering lengah. Paling sulit pengerjaan yang belum biasa dikerjakan, seperti HISS (Honda Ignition Security System), karena belum ada kejadian kunci motor hilang. Di sini harus dipraktikkan bagaimana caranya mengganti kunci yang hilang. Jarang dikerjakan karena motor cenderung masih baru," ujarnya.

Senada dengan kedua pemenang di atas, Nispi Rohmansyah punya kiat dalam melayani konsumen. Kesabaran adalah kunci membuat konsumen puas. Trik inilah yang membawanya sebagai SA terbaik Honda tahun ini.

“Kuncinya adalah sabar, sabar menhadapi segala macam karakter konsumen. Pokoknya jangan memotong konsumen bicara. Biarkan dia keluarkan unek-unek semuanya. Setelah itu baru kita kasih informasi dan masukan. Pokoknya kita harus tenang, jangan ikut kepancing emosi saat konsumen komplain, anggap mereka teman,” ungkap Nispi.

Teknisi AHASS, teknisi Big Bike dan Service Advisor terbaik yang meraih peringkat 1 dalam AH-TSC 2018 mendapat apresiasi dari AHM berupa 1 New Honda PCX dan berkesempatan mewakili Indonesia di ajang international, Asia Oceania Honda Technical Skill Contest 2018. Sementara itu, juara 2 kompetisi ini mendapatkan 1 New Honda CB150 Verza dan juara 3 mendapatkan New Honda BeAT Sporty.

Mengenai Asia Oceania Honda Technical Skill Contest, salah satu wakil dari Indonesia menjadi juara para perhelatan ini di tahun 2016, yakni Fadzar Supriadi dari bengkel AHASS Tunas Dwipa Matra, Jakarta Selatan.

Saat itu, selain Fajar, Honda Indonesia juga mengirimkan Endro Setiaji untuk berkompetisi dalam event ini. Melalui prestasi yang ditoreh kedua mekanik AHASS terbaik ini selama kontes tingkat Asia Oceania berlangsung di Vietnam, Indonesia dinobatkan sebagai 3 besar tim dengan mekanik Honda terbaik.

Pada saat itu, gelaran berlangsung di Training Center Honda Vietnam dan diikuti 6 negara di Asia, yaitu Indonesia, Pakistan, Thailand, India, Filipina, dan Vietnam.

Adapun gelaran internasional tersebut tahun 2018 ini akan digelar di Surabaya dan antara lain akan menyertakan Dodik Kuswinarno (PT Mitra Pinasthika Mulia) sebagai perwakilan Indonesia.

"Saya delapan puluh persen masih optimis (juara) karena kelas big bike ini kan baru. Di negara lain juga mungkin baru. Info yang saya dapat, bengkel dan aftersales (Honda) terbaik itu ada di Indonesia," kata Dodik yakin.

(kpl/nzr/crn)

TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT


Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami