Pernah Disebut Hasil Jiplak, Ini Mobil yang Dongkrak Nama Esemka

Jalan terjal Esemka di industri mobil Tanah Air terbayar. Esemka bahkan pernah disebut sebagai mobil hasil jiplak.

Jum'at, 06 September 2019 17:15
Pernah Disebut Hasil Jiplak, Ini Mobil yang Dongkrak Nama Esemka Esemka Digdaya (Facebook/Anindya Tejo Martoyo)

Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Tujuh tahun lalu, Joko Widodo sebagai Walikota Surakarta dan wakilnya FX Hadi Rudiyatmo, mengganti mobil dinas mereka. Dari mobil sedan Camry seharga Rp 300 jutaan menjadi Rajawali.

Rajawali adalah mobil hasil rakitan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Sol dan SMK Warga Surakarta. Sejak saat itu, mobil yang kini dikenal dengan nama Esemka pun melambung dan terus menjadi perbincangan.

Esemka lantas menuai pro kontra, saat mobil buatan anak bangsa ini berjuang di industri otomotif Nasional. Perjuangan mereka terbayar hari ini. Pabrik dan mobil niaga Esemka Bima resmi meluncur hari ini, Jumat (6/9/2019).

Jika melihat ke belakang, Esemka memang penuh dengan kontroversi. Setelah pernah dipakai Jokowi, banyak orang berburu mobil Esemka. Tapi nyatanya kendaraan tersebut belum layak diproduksi massal. Esemka harus melewati berbagai proses panjangnya.

Lalu, di belakang Rajawali mulai bermunculan model-model lain. Seperti Rajawali II dan pickup Bima. Bahkan keduanya saat itu sudah sangat siap untuk uji emisi sebagai langkah menuju tahap produksi massal.

Esemka lantas kembali tak terdengar. Rupanya Esemka perlu pengembangan dan mempersiapakan diri untuk produksi massal.

1 dari 2 Halaman

Tambah Tiga Model Baru

Tambah Tiga Model Baru

Bahkan, muncul dua nama perusahan, yaitu PT Adiperkasa Citra Esemka Hero (ACEH) dan PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) yang digadang-gadang sebagai produsen sekaligus distributor Esemka di Indonesia.

Dua tahun lalu, muncul kembali tiga model Esemka yang bahkan sudah bisa dipesan secara online. Seperti yang tercatat, pikap kabin ganda Esemka Digdaya mengusung mesin berkapasitas 2.0 liter. Kendati begitu, konsumen juga bisa memesan dua model mobil Esemka lainnya.

Model kedua adalah Esemka Bima 1.3 liter. Mobil ini merupakan jenis komersial seperti pikap. Dan yang terakhir adalah Borneo 27 D jenis minibus.

Jika melihat angka dan huruf tersebut kemungkinan mobil ini berkapasitas mesin 2,7 liter dengan mesin diesel.

Jika benar dengan mesin 2,7 liter, mobil tersebut bukan tak mungkin akan mirip dengan sebuah van.

2 dari 2 Halaman

Hasil Jiplak

Hasil Jiplak

Setahun berlalu, muncul kembali model Esemka Garuda 1. Namun, model ini sangat mirip dengan salah satu mobil asal Cina, Foday Landfort.

Memang, jika dilihat dari belakang, Foday Landfort memiliki desain pintu, lampu belakang, dan penempatan logo serta emblem yang sama dengan Esemka Garuda 1.

Untuk diketahui, Foday Landfort memiliki mesin bensin berkapasitas 2,4 liter dan mesin diesel 1,9 liter. Mobil ini juga memiliki pilihan sistem penggerak all wheel drive (AWD) dan rear wheel drive (RWD).

Tidah hanya di situ, pada tahun yang sama, kembali muncul informasi terkait delapan model Esemka yang sudah lulus uji tipe. Model tersebut, adalah Bima 1.3 (4×2) M/T, Bima 1.8D (4×2) M/T, Niaga 1.0 (4×2) M/T, Digdaya 2.0 (4×2) M/T, dan Borneo 2.7D (4×2) M/T.

Paling baru, Esemka dikabarkan sudah bekerjasama dengan Pindad untuk menjadikan mobil ini bisa bertenaga listrik.

Sumber: Liputan6.com

(kpl/tys)

Join Otosia.com
KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami