Percepatan KBLBB, Kemenperin Selesaikan Riset untuk Limbah Baterai Mobil Listrik

Tak hanya menyiapkan infrastruktur penunjang penggunaan kendaraan listrik, Kementerian Perindustrian juga melakukan riset untuk pengelolaan limbah baterai mobil listrik.

Senin, 19 Juli 2021 22:15
Percepatan KBLBB, Kemenperin Selesaikan Riset untuk Limbah Baterai Mobil Listrik SPKLU (Merdeka.com)

Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Indonesia sedang mempercepat penggunaan kendaraan listrik. Berbagai infrastruktur disiapkan untuk menunjang kebutuhan penggunaan kendaraan listrik.

Percepatan pengembangan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) tersebut tercantum dalam Peraturan Presiden No.55 Tahun 2019. Selain persiapan infrastruktur, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) juga melakukan riset untuk pengembangan komponen, hingga penanganan limbah baterai kendaraan listrik.

"Saat ini industrialisasi KBL-BB di Indonesia telah membentuk ekosistem penyiapan infrastruktur yang mulai bergerak dengan melibatkan para pemangku kepentingan, diharapkan nanti industri KBL-BB akan menjadi sektor unggulan," kata Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian RI, kemarin (18/7/2021).

1 dari 3 Halaman

Doddy Rahadi, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, menjelaskan optimalisasi program KBLBB memerlukan dukungan sarana dan prasarana baik fasilitas produksi untuk kendaraan maupun infrastruktur pendukungnya.

"Kemenperin terus mendorong percepatan program kendaraan bermotor hemat energi dan ramah lingkungan untuk transportasi jalan dalam rangka ketahanan energi, peningkatan efisiensi energi, dan konservasi energi di sektor transportasi," ujarnya.

Hal ini dapat mendukung terwujudnya energi bersih, kualitas udara bersih dan ramah lingkungan, serta komitmen Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca.

2 dari 3 Halaman

Kepala Pusat Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Industri dan Kebijakan Industri Kemenperin Heru Kustanto menambahkan, guna mendukung sarana dan prasarana serta infrastruktur pendukung kendaraan listrik, Kemenperin telah melakukan beberapa penelitian terkait pengembangan baterai dan inftrastruktur pengisian listrik, sesuai yang ditetapkan dalam Prioritas Riset Nasional (PRN).

Misalnya hasil rekayasa dari Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) dalam teknologi pembuatan baterai untuk sepeda motor listrik dalam bentuk pouch. Kemudian dari sisi penggerak, BBLM telah melakukan retrofitting motor listrik sebagai dapur pacu kendaraan listrik.

3 dari 3 Halaman

Limbah Baterai

Adapun untuk mengatasi penanganan limbah akibat penggunaan baterai kendaraan listrik, Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BPTPPI) Semarang telah melakukan riset circular economy baterai kendaraan listrik.

Selanjutnya, Baristand Industri Surabaya, unit teknis BSKJI Kemenperin dengan kompetensi inti di bidang industri elektronika agar turut mendukung serta berkontribusi dalam program akselerasi program KBL-BB di tanah air. Dukungan yang diberikan antara lain dengan merancang infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk sepeda motor listrik.

Baristand Industri Surabaya juga telah melakukan rancang bangun infrastruktur berupa SPKLU untuk sepeda motor listrik. SPKLU merupakan infrastruktur yang sangat vital dalam implementasi KBLBB.

"Adanya berbagai inisiatif tersebut, diharapkan dapat mendorong upaya aktif dari dunia industri, akademisi dan asosiasi dalam negeri untuk mendukung Indonesia dalam menyongsong era kendaraan listrik," pungkas dia.

Reporter: Syakur Usman

Sumber: Liputan6.com

(kpl/tys)

TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT


Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami