Pengusaha: Kendaraan Listrik Masih Berpotensi Tak Ramah Lingkungan

Pemerintah memiliki program Kendaraan Bermotor Listrik (KBL). Sementara itu, Pengusaha menilai kendaraan listrik berpotensi tak ramah lingkungan.

Rabu, 27 November 2019 12:15
Pengusaha: Kendaraan Listrik Masih Berpotensi Tak Ramah Lingkungan Mobil listrik (Merdeka.com)

Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Meskipun disebut-sebut sebagai kendaraan ramah lingkungan, mobil listrik dinilai masih berpotensi cemari lingkungan. Hal ini berkaitan dengan penggunaan baterai kendaraan listrik yang memiliki masa pakai.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Industri, Johnny Darmawan mengatakan, baterai kendaraan listrik secara fungsi harus diganti tiap 10 tahun. Baterai yang daya isinya habis kemudian akan menumpuk sebagai libah seiring maraknya penggunaan kendaraan listrik.

Maka itu, menurutnya perlu dibuat suatu ekosistem khusus yang bisa mendaut ulang baterai bekas tersebut. "Masalah ekosistem, ada tidak yang nanti mau nampung mobil bekasnya? Yang penting juga baterai kan 10 tahun habis, itu harus ganti. Baterai kan limbah tidak bisa dibuang, dipendam jadi mesti ada recycle," ungkapnya di Jakarta, Selasa (26/11/2019).

1 dari 1 Halaman

Selain itu, dia juga menggap pengisian daya kendaraan listrik yang membutuhkan waktu lama. Di sisi lain, daya tahan baterai juga tergantung pada kondisi jalan yang dilalui dan cuaca.

Johnny juga menyoroti harga listrik untuk mengisi baterai yang tergolong mahal. hal tersebut tentunya akan memberatkan masyarakat untuk dapat beralih dari kendaraan konvensional menuju kendaraan listrik.

"Kalau dihitung per kWh itu mahal. Memang sekarang sudah ada yang berhasil (tekan harga), tapi berapa? Yang masuk breakeven 2030 itu yang baru masuk skala ekonominya itu idealnya USD 50," tandasnya.

Sumber: Merdeka.com

(kpl/tys)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami