Pengakuan Pengemudi Mitsubishi Pajero Sport yang Aniaya Sopir Truk Kontainer: Saya Emosi

Polisi sudah membekuk pengemudi Pajero Sport yang melakukan penganiayaan sopir truk kontainer di Jakarta Utara. Pelaku mengaku emosi saat melakukan aksi penganiayaan itu.

Selasa, 29 Juni 2021 18:15
Pengakuan Pengemudi Mitsubishi Pajero Sport yang Aniaya Sopir Truk Kontainer: Saya Emosi Penganiayaan sopir truk di Sunter, Jakarta Utara (Instagram/tnilovers18)

Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Pengemudi Mitsubishi Pajero Sport, OK alias OT diringkus polisi di Bandara Soekarno Hatta, Senin (28/6/2021). Polres Metro Jakarta Utara mengamanka pelaku saat dia hendak pergi ke Surabaya.

Dalam video yang diterima oleh Merdeka.com, dia tampak digelandang dengan tangan terikat tali tis. Dia juga mengakui perbuatan penganiayaan di jalan Yos Sudarso, Sunter, Jakarta Utara pada Sabtu (26/6/2021).

Dia mengatakan emosi lantaran sopir truk hampir menyelakai dirinya bersama keluarga saat berkendara. "Saya terpancing emosi, karena pertama dia (sopir truk kontainer) hampir celakai saya dan keluarga saya (saat berada di mobil pajero)," kata OK dalam video.

Namun, tindakan sopir kontainer yang disebut OK itu tidak sampai terjadi. Mobil Pajero yang ditumpangi OK pun tak rusak. Namun, karena sudah tersulut emosi, akhirnya OK menganiaya korban.

"Saya lakukan pemukulan dan pengerusakan kendaraan memakai stik," ujar OK.

 

1 dari 2 Halaman

Jadi Tersangka

Akibat tindakan arogan itu, sopir kontainer mengalami luka retak pada tangan kanan dan sejumlah luka ringan lainnya. Pemukulan tersebut terjadi saat korban turun setelah dihadang pelaku di sekitaran Jalan Yos  Sudarso, Sunter, Jakarta Utara pada Sabtu (26/6) lalu.

"Korbannya sempat dipukul sampai tulangnya retak ini pada saat turun pertama yang melalui kaca mungkin keliatan," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat konpres di Polres Jakarta Utara, Rabu (24/6/2021).

Polres Metro Jakarta Timur pun telah menetapkan pengemudi Pajero Sport hitam yang menganiaya sopir truk kontainer sebagai terangka. Dalam aksinya yang viral, penyidik menjerat pelaku dengan pasal berlapis.

"Sudah tersangka. Dia kena pasal 351 pasal penganiayaan kemudian pasal 335 ayat 2 perbuatan tidak menyenangkan dengan ancaman kekerasan kemudian pasal 263 pemalsuan surat kendaraan dan ketiga pasal 406 perusakan," terang Wakapolres Metro Jakarta Utara, AKBP Nasriadi kepada wartawan, Senin (28/6/2021).

2 dari 2 Halaman

Selain melakukan kekerasan, kata Nasriadi, pelaku diduga memalsukan pelat kendaraannya. Lantaran memakai pelat nomor kendaraan dinas anggota TNI-Polri padahal yang bersangkutan hanya seorang pelaut.

"Bukan, bukan. Dia sipil murni. Bukan anggota TNI, bukan anggota Polri. Pekerjaannya pelaut," ucap nya.

Hal itu telah terkonfirmasi usai pelaku dilakukan pemeriksaan hingga telah ditetapkan sebagai tersangka. Dugaan awal sebagai anggota memang berkembang sebab pelaku turut menggunakan pelat nomor kenadaraan dengan huruf belakang QH yang identik anggota Polri.

"Nah pelatnya itu pelat palsu kita lagi kembangkan dari mana dia dapat pelat tersebut. Kemudian dimana dibuatnya kalau dia beli beli dari mana kita lagi kembangkan," ujar dia.

"Yang bersangkutan sudah ditahan," tambah Nasriadi.

Dengan adanya dugaan pemalsuan itu, pelaku dipersangkakan dengan Pasal 263 KUHP. "Yang bersangkutan sudah ditahan," tandas Nasriadi.

Reporter: Bachtiarudin Alam

Sumber: Merdeka

(kpl/tys)

TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT


Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami