Pembatasan Usia Kendaraan di DKI, Begini Kata Dishub

Guna mengurai kemacetan di Ibu Kota Jakarta, pihak kepolisian telah menyiapkan berbagai opsi. Salah satu opsinya adalah pembatasan tahun kendaraan yang melintas di Jakarta.

Kamis, 15 Februari 2018 17:30
Foto: Merdeka.com
Editor : Fitradian Dhimas

Otosia.com - Kemacetan di Jakarta semakin hari semakin parah, ini disebabkan karena jumlah pertumbuhan kendaraan juga semakin meningkat dari tahun ke tahun. Guna mengurai kemacetan di Ibu Kota Jakarta, pihak kepolisian telah menyiapkan berbagai opsi. Salah satu opsinya adalah pembatasan tahun kendaraan yang melintas di Jakarta.

Terkait hal tersebut, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko menjelaskan untuk pembatasan tahun kendaraan, Dishub DKI hanya mengatur untuk angkutan umum dan itu merujuk pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2014 yakin dibatasi pada usia 10 tahun.

Sementara itu untuk kendaraan pribadi, kata Sigit, DKI menang tidak ada aturan pembatasan tahun atau usia kendaraan. Karena, dalam hal ini Dishub tidak punya wewenang untuk membatasi kepemilikan.

"Kendaraan pribadi kita sampai detik ini belum ada regulasi yang menyatakan pembatasan usia kendaraan pribadi," kata Sigit di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (15/2) .

Salah satu cara untuk mengatasi kemacetan yakni dengan penerapan ganjil-genap di jalan-jalan protokol Ibu Kota. Selain itu, sebentar lagi akan diterapkan Electronic Road Pricing (ERP) atau sistem jalan berbayar yang diharapkan dapat mengurangi kemacetan.

"Dinas Perhubungan sekali lagi kita tidak bicara pengaturan kepemilikan kendaraan kita hanya mengatur penggunaannya saja. Kalau hari ini pengaturan kendaraannya melalui ganjil genap atau dengan jalan berbayar itu juga bagian dari pengaturan penggunaan," jelasnya kepada Merdeka.com.

Terkait usulan Dirlantas, Sigit dengan bijak menjelaskan jika DKI Jakarta adalah Ibu kota dan semua orang bisa masuk. Jadi kalau bicara DKI, kebijakan ini mau diterapkan regulasinya harus bersifat nasional.

"Makanya kita nggak atur kepemilikan, siapa saja. Tetapi sekarang yang istilahnya sesuai. Kalau ganjil genap kan kita nggak bisa atur pelat B, pelat D di luar jakarta, silakan tetapi pada saat tanggal ganjil pelat-nya ganjil. Saat genap nomor pelat-nya genap," tutur Sigit.

Khusus angkutan umum pembatasan usia kendaraan memang sudah diatur dalam Perda. Hal ini guna mendapatkan angkot yang layak jalan dan nyaman.

"Dan itu juga dengan program Ok Otrip yang kita sekarang laksanakan, si pengusaha maupun pemilik angkutan juga tidak ada beban. Karena semua sudah kita hitung termasuk biaya investasi dan biaya revitalisasi armadanya," katanya.

BERITA MENARIK LAINNYA

(kpl/fdk)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami