Patut Diketahui, Ciri Ban Vulkanisir dan Risiko Saat Dipasang di Sepeda Motor

Yuk ketahui apa itu ban vulkanisir dan risikonya saat digunakan berkendara

Sabtu, 16 Mei 2020 19:15
Patut Diketahui, Ciri Ban Vulkanisir dan Risiko Saat Dipasang di Sepeda Motor Ilustrasi ban (Istimewa)

Editor : Ahmad Muzaki

Otosia.com - Tahukah Otolovers terkait ban Vulkanisir? Yap, merupakan ban asli namun memiliki pola yang telah menipis atau gundul. Kemudian ban tersebut dilapisi dengan karet berserat lain

Penggunaan ban ini, sejatinya memang untuk menjadi alternatif saat harga ban mahal, karena pastinya harga ban vulkanisir ini lebih murah.

Jelas penggunaan ban vulkanisir ada efek buruknya. Nah ini ciri-ciri dan risiko penggunaannya di kendaraan seperti yang dilansir dari laman resmi Wahana Honda.

 

1 dari 3 Halaman

Ciri Ban Vulkanisir

Ketika sudah diproses dan melalui tahap finishing, ban vulkanisir memiliki bentuk dan desain yang sangat mirip dengan ban orisinal pada umumnya. Hanya saja, perbedaan antara ban vulkanisir dengan ban orisinal terletak pada sisi kekuatannya.

Dan juga ada perbedaan di penanda karet. Ban vulkanisir akan miliki karet-karet sisa yang tak terlalu panjang. Sebaliknya, ban orisinal baru miliki karet sisa yang cukup panjang.

Ciri lainnya adalah terletak pada harga dari ban vulkanisir lebih murah dibandingkan dengan harga ban orisinal. Harga dari sebuah ban vulkanisir adalah separuh dari harga ban orisinal. Tanda keempatnya adalah pada letak logo indikator keausan atau ITW. Pada ban orisinal baru, logo tersebut terletak di bagian pinggir yang berdekatan dengan tapak ban, sedangkan pada ban vulkanisir,logo tersebut sejajar dengan alur ban.

2 dari 3 Halaman

Risiko Menggunakan Ban Vulkanisir

Terkait risiko, ban vulkanisir tak sekuat ban orisinal. Usia ban cukup pendek, biasanya hanya hitungan minggu. Selain itu, tapak ban akan mudah gundul juga terlebih lagi jika kendaraan sering digunakan atau pemakaian sehari-hari.

Selain itu, tingkat kenyamanan dari ban vulkanisir juga tidak sebaik ban orisinal. Memang di awal penggunaan tidak akan terasa, akan tetapi saat sudah dipakai dalam jangka waktu tertentu maka akan terasa kurang nyaman. Tidak hanya itu saja, dikarenakan pada tapaknya hanya berupa lapisan saja, maka ban vulkanisir lebih mudah ‘hamil’ atau muncul benjolan, terutama ketika digunakan di jalanan yang tidak rata.

3 dari 3 Halaman

Hal Negatif

Hal negatif lain dari ban vulkanisir adalah membuat keseimbangan motor menjadi terkendala. Hal tersebut dikarenakan ketidakseimbangan pada tapak ban yang diakibatkan pemasangan secara manual atau sekadarnya.

Oleh sebab itu, lebih baik pilih ban orisinal saja meski miliki harga yang lebih mahal. Karena lebih kuat dan tahan lama dalam pemakaian ketimbang ban vulkanisir.

Sumber: Liputan6.com

(kpl/ahm)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami