Pasca Pemecatan Ghosn, Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi Kembali Fokus

Bos aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi telah ditangkap dan dipecat. Namun, ketiga pabrikan itu akan tetap menjaga ritme mereka untuk tetap bersaing.

Kamis, 6 Desember 2018 11 : 15 WIB
Carlos Ghosn, bos aliansi Renault-Mitsubishi-Nissan (cleantechnica.com)
Editor : Cornelius Candra

Otosia.com - Penangkapan dan pemecatan Carlos Ghosn, mantan bos aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi, telah menjadi bahan pembicaraan khalayak selama beberapa pekan terakhir. Selain itu, mengutip dari Auto123.com, kabarnya mulai muncul keretakan antara Renault dan Nissan.

Memang, skandal yang menimpa Carlos Ghosn sempat berdampak negatif dari kolaborasi ketiganya. Salah satu efek yang harus ditanggung oleh Renault-Nissan-Mitsubishi bersama para investor adalah harga saham yang terjun bebas.

Meski demikian, Renault-Nissan-Mitsubishi berusaha kembali fokus menghadapi pasar otomotif untuk beberapa tahun ke depan. Pasalnya, kerja sama mereka saat ini terbilang sukses.

Menurut sumber yang sama, sepanjang tahun 2018, aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi telah berhasil menghasilkan uang sebesar USD10,6 juta atau sekitar Rp triliunan dari hasil penjualan di 200 negara yang berbeda.

"Saat ini, aliansi ini sedang fokus untuk berkolaborasi dan bersinergi supaya tetap bersaing. Mereka (Renault-Nissan-Mitsubishi) juga memiliki strategi kolaborasi dengan [abrikan lain, seperti Daimler dari Jerman dan Dongfeng dari China," ujar salah satu petinggi aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi.

Narasumber itu menambahkan bahwa akan ada banyak pengembangan yang dilakukan. Selain itu, ketiga pabrikan tersebut juga tengah menjaga keutuhan dan kesuksesan aliansi selama ini.

BACA INI JUGA DONG OTOLOVERS

 (kpl/crn)

TAGS :
Join Otosia.com
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami