Pakai Pelat TNI Palsu dan Ugal-ugalan, Sopir Pajero Tak Ditahan Polisi

Sopir Pajero Sport ugal-ugalan dan pakai pelat TNI Palsu hanya dikenakan tilang

Senin, 13 September 2021 17:15
Pakai Pelat TNI Palsu dan Ugal-ugalan, Sopir Pajero Tak Ditahan Polisi Polsek Kebayoran Baru amankan pengemudi mobil berpelat dinas TNI di Bulungan Raya. ANTARA

Editor : Ahmad Muzaki

Otosia.com - Pengendara Pajero FF (22) nekat berkendara ugal-ugalan hingga hampir menabrak polisi di Bulungan Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (12/9). Tak hanya itu saja, ternyata pelat nomor mobil yang dikendarainya memekai pelat TNI Palsu.

Meski begitu Polres Metro Jakarta Selatan tak menahan sang pengemudi Pajero. Kasat Lantas Polres Jakarta Selatan Kompol Samakun saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin mengatakan, pemilik mobil tersebut hanya dilakukan penilangan.

"Tidak ditahan, hanya ditilang saja. Itu penyerahan dari Serse, kita hanya diserahkan untuk tilang saja," kata Samakun, Senin (13/9).

1 dari 3 Halaman

Sayangnya, ia enggan merinci identitas lengkap si pengendara. "Itu masih di anggota, belum megang. Di Serse ada inisial dan kronologisnya, kan ada ada di sana. Kita hanya diserahkan penilangan saja," kata dia.

Kapolsek Kebayoran Baru AKBP Febri Isman Jaya mengungkapkan, pengemudi mobil tersebut bukan anggota TNI, namun masyarakat sipil yang menyalahgunakan pelat dinas TNI untuk mengelabui petugas pada saat razia.

"Hanya menggunakan pelat TNI, tapi orang sipil," kata Febri Isman. Seperti diberitakan Antara.

2 dari 3 Halaman

Sebelumnya, FF (20) pengemudi Pajero yang hampir saja menabrak polisi saat hendak diberhentikan di Bulungan Raya sempat dimintai keterangan oleh polisi. Saat meminta keterangan, diketahui mobil itu menggunakan pelat Dinas TNI palsu.

Saat itu, polisi hendak memberhentikan mobil merek Pajero berpelat dinas TNI 6810-00 tersebut dikarenakan kerap lalu lalang di lokasi tersebut yang memang sedang adanya kegiatan Operasi Yustisi. Hal ini berdasarkan postingan akun @futoday_.

"Mobil yang dikendarai pengemudi berinisial FF (20) tersebut diketahui mondar-mandir saat polisi melakukan operasi yustisi di kawasan Bulungan," tulis akun tersebut seperti dikutip merdeka.com, Senin (13/9).

3 dari 3 Halaman

Saat kendaraan itu berhenti dan diperiksa petugas, ternyata pelat dinas TNI yang digunakannya itu bukanlah asli alias palsu atau tak sesuai.

"Tadi platnya terpasang, berinisial pelat sebuah institusi. Kalau dilihat sepintas memang, milik institusi tertentu itu. Kata dia sih bukan, dia hanya nempel doang," kata Kapolsek Metro Kebayoran Baru, AKBP Febri Isman Jaya, saat dihubungi.

Penulis: Henny Rachma Sari

Sumber: Merdeka.com

(kpl/ahm)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami