Pahami Arti Dua Jenis Marka di Jalur Sepeda Jakarta, Agar Tak Didenda

Ada dua jenis marka di jalur sepeda DKI Jakarta. Para pengguna jalan harus memahami artinya agar tak melanggar.

Jum'at, 22 November 2019 14:15
Pahami Arti Dua Jenis Marka di Jalur Sepeda Jakarta, Agar Tak Didenda Jalur sepeda (Liputan6.com)

Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Kendaraan bermotor yang menyerobot jalur sepeda akan dikenai denda Rp500 ribu. Jika kendaraan bemotor parkir, juga akan dikenai denda yang berlaku akumulasi.

Supaya tak membayar denda, tentu jangan melanggar. Selain itu, para pengendara kendaraan bermotor juga harus memahami marka jalan di jalur sepeda itu.

Menurut laman NTMC Polri, ada dua jenis marka jalan di jalur sepeda. Pertama, marka solid atau garis putih utuh.

Marka solid menjadi tanda jalur khusus sepeda yang dibuat di ruas jalan raya. Mobil dan motor tidak boleh melintasi marka tersebut. Jika melintasi marka tersebut, maka akan dikenakan pelanggaran jalur sepeda.

Kedua, marka garis putih putus-putus. Marka ini boleh dilintasi oleh kendaraan bermotor maupun mobil alias mix traffic.

1 dari 1 Halaman

Tim Khusus Awasi Jalur Sepeda

Tim Khusus Awasi Jalur Sepeda

Denda penyerobot jalur sepeda di DKI Jakarta resmi berlaku mulai hari hari ini, Rabu (20/11/2019). Aturan tersebut sesuai dengan Undang-Ungang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 284.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo menerangkan, sanksi bagi pengendara yang dengan sengaja menyerobot jalur sepeda bakal dikenai denda Rp 500 ribu atau pidana kurungan maksimal dua bulan.

Selain penyerobot, petugas juga akan menindak tegas pengendara motor atau mobil yang parkir di jalur sepeda. "Membayar retribusi untuk sepeda motor per hari Rp 250 ribu, berlaku akumulatif. Kemudian roda empat per hari Rp 500 ribu, berlaku akumulatif," paparnya, dikutip dari laman NTMC Polri.

Untuk menegakkan aturan, Pemda DKI Jakarta disebut telah membentuk tim khusus bernama Lintas Jaya. Tim Lintas Jaya terdiri dari beberapa aparat untuk melakukan penegakan hukum di jalur sepeda tersebut.

"Tim Lintas Jaya terdiri dari rekan-rekan kepolisian dan Dishub DKI, untuk melakukan monitoring rutin. Setiap ada pelanggaran, langsung ditindak," terang Syafrin.

Rencananya, jalur sepeda sepanjang 63 kiilometer itu akan dipasangi pembatas menggunakan marka atau kreb. Hal ini supaya pesepeda terlindungi, lantaran bersebelahan dengan jalur kendaraan bermotor.

(kpl/tys)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami