Outlander PHEV, Ketika Mitsubishi Lagi-lagi Coba Pengertian

Pada gelaran GIIAS 2019, Mitsubishi meluncurkan Outlander PHEV

Jum'at, 26 Juli 2019 11:45
Outlander PHEV, Ketika Mitsubishi Lagi-lagi Coba Pengertian Mitsubishi Outlander PHEV (Otosia.com/Nazarudin Ray)

Editor : Ahmad Muzaki
Reporter : Nazarudin Ray

Otosia.com - Satu hiburan yang selalu diburu dari bertebarannya brand mobil di Indonesia adalah produk baru apa yang akan diluncurkan dan yang bikin penasaran publik. Begitu pula yang ditunggu-tunggu dari Mitsubishi.

Penguasa pasar kendaraan berstatus segala medan ini sudah sejak sekitar satu dekade lalu coba "menghibur" dengan kendaraan-kendaraan baru, yang sifatnya terfokus. Iya, terfokus. Fokus pada kendaraan berstatus segala medan tadi. Beginilah kira-kira cara mereka menjawab tantangan medan-medan jalan di Indonesia yang masih "beragam".

Medan berat yang membutuhkan skema gerak 4x4? Tentu Triton dan Pajero tidak luput untuk disebut. Medan yang setengah berat pun coba dipenuhi dengan pilihan varian yang lebih beragam dari masing-masing model tadi.

Fokus pada kendaraan berstatus segala medan tadi bahkan menggejala pada kendaraan penumpang. Setidaknya ground clearance-nya sungguh pengertian. Nah, untuk yang satu ini jangan buru-buru dulu untuk menyebut Xpander. Sebab, Mitsubishi juga sebelumnya sudah punya Delica.

1 dari 2 Halaman

Spesifikasi Outlander PHEV

Spesifikasi Outlander PHEV

Masih soal kendaraan yang berstatus "pengertian" dengan ground clearance-nya, Mitsubishi juga punya pilihan berbeda. SUV tapi mini, bernama Outlander.

SUV mini pun sedang dicap sebagai jenis kendaraan populer setelah MPV. Orang-orang yang ingin upgrade pun coba naik satu langkah ke jenis ini, tanpa mengesampingkan alasan bahwa punya SUV sama saja berasa naik kelas. Bonavide.

Kala semua tadi coba diramu jadi satu: tren SUV mini, dan "pengertian" dengan ground clearance, Mitsubishi mau juga menghadirkan kebaruan. Hasilnya bukan sekadar Outlander gen terbaru, tapi Outlander PHEV.

PHEV singkatan dari plug-in hybrid electric vehicle. Mobil listrik tapi bisa juga tidak sepenuhnya listrik karena hybrid. Dia masih pakai mesin bensin 2.000 cc 118 PS. Lalu penggerak listriknya ada dua dengan penjumlahan tenaga 164 PS. Jadi kalau ditotal, ini adalah mobil semi-elektrik berdaya 200 PS lebih.

Baterainya bisa dicolok atau dicharge. Tapi bisa juga isi sendiri, karena hybrid.

Menurut Mitsubishi, kapasitas baterainya 12 kWh dan bisa terisi dalam waktu 25-30 menit atau mencapai kapasitas baterai 80% dengan versi quick charging.

Mau pakai baterai saja. Bisa. Mau paduan baterai dan mesin bensin. Bisa. Atau mau juga akselerasi sambil isi baterai. Ini juga bisa. Klaim Mitsubishi bahkan mobil ini bisa lari sampai 120 km/jam hanya dengan listriknya.

Harganya? Rp1,289 miliar. Dengar kata miliar memang bermakna dua hal. "Aduh mahalnya" atau "ada harga ada rupa". Syukurnya, lama-lama dua makna itu juga imbang di masyarakat. Sebab, mobil ini tetap saja dibeli oleh masyarakat yang mulai "melek". Bukan cuma ingin naik kelas karena dia SUV, tapi juga karena kita sedang sama-sama di ambang kecanggihan baru. Intinya, ayo siapa yang duluan.

2 dari 2 Halaman

Berawal dari Kasus Xpander

Berawal dari Kasus Xpander

Lagi pula, ini juga jadi jawaban atau bentuk pengertian terhadap bagaimana pemerintah akhirnya terus mewacanakan keseriusan soal mobil listrik, tetapi statusnya kini masih atur-atur ini dan itu. Jadi untuk yang mempertanyakan mobil listrik colok di mana, Outlander PHEV bisa colok di rumah, kelak di mal, atau biarkan isi sendiri sambil jalan.

"Kami memahami bahwa infrastruktur untuk kebutuhan ini di Indonesia sedang dikembangkan. Kita lihat nanti bagaimana yang terjadi setelah ini. Namun kami sebisa mungkin dan jika memungkinkan akan ikut membantu dalam proses terkait hal ini," kata Naoya Nakamura, Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), distributor resmi kendaraan penumpang dan niaga ringan Mitsubishi di Indonesia dari Mitsubishi Motors Corporation (MMC).

Meski fasilitas infrastruktur di negara ini belum memadai untuk kendaraan listrik, toh catatan angka jalan Outlander PHEV di luar GIIAS sudah menembus 40 unit. Sebuah capaian lumayan untuk sebuah SUV listrik berharga miliaran.

Jadi, kira-kira begitu gambarannya. Maka seperti dulu Xpander muncul ketika Indonesia didominasi small MPV, sehingga masyarakatnya haus akan desain yang segar, maka kini Outlander PHEV adalah usaha untuk coba pengertian, di masa yang-bisalah-disebut sebagai ambang dari kecanggihan baru, yang cukup bikin penasaran, dan tengah menggebu-gebu.

(kpl/nzr/ahm)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami