Operasi Patuh 2019 Digelar, Ketahui Prosedur Razia Resmi Kepolisian

Operasi Patuh 2019 digelar serentak di seluruh Indonesia mulai 29 Agustus 2019 hingga 11 September 2019. Pelanggar lalu lintas akan ditindak tegas oleh petugas. Berikut prosedur penindakan tilang.

Jum'at, 30 Agustus 2019 11:15
Operasi Patuh 2019 Digelar, Ketahui Prosedur Razia Resmi Kepolisian Polisi gelar pemeriksaan kendaraan bermotor (Otosia.com/Dini)

Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Polisi tengah menggelar Operasi Patuh 2019 serentak di seluruh Indonesia, sejak kemarin Kamis (29/8/2019). Operasi yang digelar setiap tahun ini akan berakhir pada 11 September 2019.

Para pengendara kendaraan bermotor yang tak tertib berlalu lintas siap-siap saja ditindak oleh petugas. Tindakan tilang itu tidak dilakukan sembarangan. Ada prosedur penilangan yang harus dipenuhi.

Melansir laman resmi NTMC Polri, salah satunya, polisi yang memberhentikan pelanggar wajib menyapa dengan sopan serta menunjukkan jati diri dengan jelas. Polisi juga harus menerangkan secara gamblang kepada pelanggar apa kesalahan mereka, pasal berapa yang dilanggar, dan tabel berisi jumlah denda yang harus dibayar oleh pelanggar.

Prosedur penilangan ini sebenarnya sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan dan Penindakan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan atau PP Tilang.

Berikut prosedur cara tilang yang diatur dalam PP Tilang:

 

 

1 dari 3 Halaman

Petugas Pemeriksa

Petugas Pemeriksa

Pasal 9

Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di jalan dilakukan oleh:

a. Petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia; dan

b. Penyidik Pegawai Negeri Sipil di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Pasal 10

Petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia dapat melakukan Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 secara berkala atau insidental.

2 dari 3 Halaman

Persyaratan Pemeriksaan

Persyaratan Pemeriksaan

Pasal 15

(1) Petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Penyidik Pegawai Negeri Sipil di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang melakukan Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan secara berkala atau insidental atas dasar Operasi Kepolisian dan/atau penanggulangan kejahatan wajib dilengkapi dengan perintah tugas.

(2) Surat perintah tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikeluarkan oleh:

a. atasan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia bagi petugas Kepolisian negara Republik Indonesia; dan

b. atasan penyidik Pegawai Negeri Sipil di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan bagi Penyidik Pegawai Negeri Sipil di bidang Lalu LIntas dan Angkutan Jalan.

(3) Surat perintah tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) paling sedikit memuat:

a. alasan dan pola pemeriksaan Kendaraan Bermotor;

b. waku pemeriksaan Kendaraan Bermotor;

c. tempat pemeriksaan Kendaraan Bermotor;

d. penanggung jawab dalam pemeriksaan Kendaraan bermotor; dan

e. daftar Petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia dan/atau Penyidik Pegawai negeri Sipil di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang ditugaskan melakukan pemeriksaan Kendaraan Bermotor.

3 dari 3 Halaman

Pemeriksaan

Pemeriksaan

Pasal 21

Pemeriksaan kendaraan Bermotor di Jalan secara berkala dan insidental dilakukan di tempat dan dengan cara yang tidak mengganggu keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

Pasal 22

(1) Pada tempat Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan secara berkala dan insidental wajib dilengkapi dengan tanda yang menunjukkan adanya Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di jalan, kecuali tertangkap tangan.

(2) Tanda sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditempatkan pada jarak paling sedikit 50 (lima puluh) meter sebelum tempat pemeriksaan.

(3) Pemeriksaan yang dilakukan pada jalur jalan yang memiliki lajur lalu lintas dua arah yang berlawanan dan hanya dibatasi oleh marka jalan, ditempatkan tanda sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pada jarak paling sedikit 50 (lima puluh) meter sebelum dan sesudah tempat pemeriksaan.

(4) Tanda sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga mudah terlihat oleh pengguna jalan.

(5) Dalam hal Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan dilakukan pada malam hari, petugas wajib:

a. menempatkan anda sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3);

b. Memasang lampu isyarat bercahaya kuning; dan

c. memakai rompi yang memantulkan cahaya.

(6) Ketentuan lebih lanjut mengenai tanda sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) diatur dengan Peraturan Menteri.

 

(kpl/tys)

Join Otosia.com
KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami