Obat Mujarab di Tengah Prediksi Susutnya Bisnis Suku Cadang

Empat megatren menyebabkan disrupsi dalam bisnis suku cadang dan diprediksi akan berpengaruh secara perlahan. Hal tersebut menjadi temuan "Global Automotive Supplier Study 2018" oleh konsultan global Roland Berger dan Lazard, sekalipun industri pemasok otomotif global terus berkembang di tahun 2017.

Jum'at, 29 Desember 2017 11:15
Ilustrasi Suku Cadang (Foto: Nazar Ray)
Editor : Ahmad Khoirudin
Reporter : Nazar Ray

Otosia.com - Empat megatren menyebabkan disrupsi dalam bisnis suku cadang dan diprediksi akan berpengaruh secara perlahan. Hal tersebut menjadi temuan "Global Automotive Supplier Study 2018" oleh konsultan global Roland Berger dan Lazard, sekalipun industri pemasok otomotif global terus berkembang di tahun 2017.

Keempatnya adalah bisnis shared mobility, ride sharing, atau akrab dengan sebutan taksi online, lalu autonomous driving, digitalisasi, dan elektrifikasi yang terus meningkat.

Berdasarkan empat tren ini, disrupsi dalam industri ini tampaknya tidak dapat terelakkan, meski masa transisi terus ditandai oleh tingkat ketidakpastian yang tinggi.

Pemasok otomotif perlu bersiap terhadap lima perubahan yang muncul, yakni perlambatan pertumbuhan; perubahan teknologi yang cepat; perangkat lunak sebagai pembeda utama; komodifikasi perangkat keras; dan tekanan pada valuasi untuk pemasok komoditi.

"Pergeseran teknologi mengharuskan pemasok untuk berinvestasi secara substansial baik terhadap teknologi lama maupun baru secara bersamaan karena keuntungan dari investasi teknologi baru tidak menentu," ujar Martin Tonko, Presiden Direktur Roland Berger di Indonesia.

Ia berujar, tingkat margin dan valuasi di bidang komoditas akan ditekan. Namun, pada saat yang sama, elektrifikasi dan digitalisasi menjadi pilihan monetasi yang baru.

Dia menambahkan bahwa di Indonesia, pemasok otomotif harus berinvestasi lebih banyak daripada di Asia Tenggara karena mereka mulai dari teknologi yang lebih rendah dan harus mengikuti pesaing eksternal.

Dengan latar belakang ini, Roland Berger dan Lazard telah mengidentifikasi sejumlah elemen yang dapat dipertimbangkan oleh para pemasok pada saat melakukan perubahan model bisnis mereka untuk menangkap peluang pertumbuhan di masa depan.

Di antaranya adalah faktor yang dapat memengaruhi strategi dan portofolio mereka, seperti dampak megatren otomotif, yang dalam hal ini segmen dan produk akan mengalami pertumbuhan yang berkelanjutan, dan bagaimana segmen baru tersebut disesuaikan dengan bisnis mereka saat ini.

Mereka juga harus menentukan cara terbaik untuk keluar dari bisnis yang mereka anggap tidak layak.

"Pengetahuan mendalam tentang kecenderungan disrupsi sangat penting bagi setiap pemasok. Model bisnis pemasok saat ini seperti mengimbangi dampak biaya negatif dengan pertumbuhan volume tidak akan dapat dijalankan lagi," kata Mr Tonko.

Keberadaan kemitraan inovasi semakin penting, dan waktu menjadi sangat esensial karena banyak hal yang telah terbentuk.

"Tekanan untuk pemasok juga datang dari OEM, yang model bisnisnya sama-sama terdistrupsi oleh megatren," kata Michael Schmidt, Direktur Lazard.

Di sisi lain, menurut penelitian, disrupsi tersebut menawarkan kesempatan unik bagi pemasok tradisional untuk memperluas penjualan perangkat keras hanya dengan menjual fitur dan layanan.

Agar dapat sukses di lingkungan otomotif yang baru, pemasok disebut perlu seperangkat kompetensi dan kemampuan baru. Mereka harus memikirkan kembali keseluruhan strategi mereka dengan pikiran terbuka, bertindak cepat dan fleksibel, menemukan cara baru untuk berinovasi.

Ragam News Menarik Lainnya

(kpl/nzr/rd)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami