Nissan Berencana Ganti Mesin 2.000 cc Dengan yang Lebih Irit dan Kencang

Guna memenuhi standar emisi kabarnya Nissan akan mengganti mesin 2.000 cc dengan 1.500 cc turbocharger.

Rabu, 15 Mei 2019 12:15
All-new Nissan Serena (Nissan Jepang)
Editor : Cornelius Candra

Otosia.com - Beberapa negara di dunia saat ini telah melangkah ke standar emisi gas buang Euro 5, bahkan Euro 6. Artinya, mesin kendaraan harus lebih ramah lingkungan dibanding model terdahulunya.

Menyikapi kebijakan tersebut, mengutip dari Xcar.com.cn, Dongfeng Nissan China kabarnya akan mengganti semua mesin berkode MR20DE dengan MR15DDT.

Dari kode tersebut tampak bahwa Nissan berencana untuk berhenti memasarkan mesin 2.000 cc. Sebagai gantinya, mobil mereka akan dibekali dapur pacu 1.500 cc turbocharger.

Nissan X-Trail

Dengan demikian, produk-produk baru Nissan di China akan menjadi lebih irit bahan bakar dan memenuhi standar emisi gas buang, tanpa harus mengorbankan performanya.

Sebelumnya tren ini sudah dilakukan beberapa pabrikan asal Eropa, seperti BMW, Mercedes-Benz, dan Land Rover. Mereka memperkecil kubikasi dan mengurangi jumlah silinder mesinnya agar sesuai dengan kebijakan yang berlaku.

Di Indonesia, beberapa produk Nissa yang masih menggunakan mesin 2.000 cc naturally-aspirated (NA) ialah Nissan X-Trail dan Nissan Serena.

BACA INI JUGA DONG OTOLOVERS

(kpl/crn)
TAGS :
Join Otosia.com
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami