Napi Asimilasi Berulah Lagi, Curi dan Jual 22 Motor

Napi yang bebas melalui asimiliasi, Budi kembali beraksi. Kali ini dia menggasak sepeda motor di 22 lokasi berbeda seorang diri.

Selasa, 07 Juli 2020 11:15
Napi Asimilasi Berulah Lagi, Curi dan Jual 22 Motor Napi asimilasi curi 22 motor (Merdeka.com)

Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Pelaku pencurian sepeda motor di Samarinda, Budi (38) diamankan polisi, Kamis (2/7/2020) lalu. Seorang diri, Budi menggasak sepeda motor di 22. Dia bahkan melakukan aksi penjualan hingga mengirimnya ke pembeli, seorang diri.

Diketahui, Budi merupakan napi yang bebas melalui program asimilasi pada Maret 2020 lalu. Sementara itu, hingga Minggu (5/7/2020), polisi sudah mengumpulkan barang bukti 21 motor curian. Penangkapan Budi menjawab rangkaian kejadian kasus curanmor yang marak belakangan ini di Samarinda.

"Awalnya mengaku cuma mencuri 1 motor. Tapi kita kembangkan terus sejak hari Kamis itu, kita amankan 21 motor," kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Yuliansyah, di kantornya, Senin (6/7/2020).

1 dari 2 Halaman

Dia memastikan, Budi yang tercatat sebagai napi asimilasi itu, mencuri motor seorang diri.

"Menggunakan kunci T. Dia lihat kiri kanan dirasa aman, kemudian mencongkel stop kontak. Ada juga karena pemilik motor lengah, kunci motor masih terpasang di motor," ujarnya.

Yuliansyah menilai, ulah Budi terbilang nekat. Motor yang dia curi, kemudian jual sendiri kepada orang lain yang berminat membelinya.

"Dia punya mobil pribadi yang sudah dimodifikasi, untuk memuat motor curian, diantar ke pembeli," terangnya.

2 dari 2 Halaman

Pembelinya, dia menambahkan, tentu saja tidak dijual di Samarinda. Melainkan dijual daerah jauh dari Samarinda, seperti ke Kutai Kartanegara.

"Dijual ke luar. Ke Tabang (di Kutai Kartanegara. Misalnya ke perkebunan," sebut Yuliansyah.

Budi kini meringkuk di penjara. Dia dijerat pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan.

"Ini menarik, karena pelaku tinggal. Dia sebagai pelaku pencurian, menjual dan membawa sendiri ke pembelinya, menggunakan mobilnya sebagai sarananya," tutup Yuliansyah.

Ditanya wartawan, Budi mengakui dominan menggunakan kunci T untuk mencuri motor. "Ada 22 TKP (mencuri motor). Memang ada juga kunci yang nempel di motor, dan ada juga yang memesan motor (curian)," aku Budi.

(kpl/tys)

TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT


Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami