Naik Motor dari Jakarta, Dua Biker Indonesia Terganjal Masuk Thailand

Dua orang yang berkendara mengelilingi negara -negara di Asia Tenggara dengan mengendarai Kawasaki Versys 650 dan Suzuki VStom 650 sudah memulai perjalannnya pada 19 Februari lalu dari Jakarta.

Rabu, 15 Maret 2017 18:15
Adet Vriono dan Rial Hamzah (foto: Istimewa)
Editor : Fajar Ardiansyah
Reporter : Nazarrudin Ray

Otosia.com - Dua biker Ride 2 The ASEAN, Adet Vriono dan Rial Hamzah, dikabarkan terganjal masuk Thailand. Dua orang yang berkendara mengelilingi negara -negara di Asia Tenggara dengan mengendarai Kawasaki Versys 650 dan Suzuki VStom 650 sudah memulai perjalannnya pada 19 Februari lalu dari Jakarta.

Hal itu terjadi setelah hari Ke-8 (27 Februari) lalu, mereka bersiap dari Kuala Lumpur untuk menuju Thailand melewati border Bukit Kayu Hitam Malaysia dengan jarak 475 km yang ditempuh sekitar lima jam perjalanan.

Proses kepabeaan saat mereka berada di perbatasan Thailand (sadou border) berjalan lancar. Namun, masalah terjadi setelah mereka mendapat dokumen, yakni ketika proses pengesahan dengan adanya peraturan baru.

Sepeda motor dari Indonesia tidak dapat masuk karena ada peraturan baru yang diterbitkan oleh pemerintah Thailand. Menurut mereka, yang boleh masuk hanya sepeda motor dari Malaysia, Singapura, dan Laos, sedangkan dari Indonesia tidak bisa.

"Kami pun beragumentasi dengan petugas custom sesuai peraturan internasional jika pakai carnet motor tentunya boleh memasuki suatu negara. Cukup lama kami berdebat, yang pada akhirnya sepeda motor tetap tidak diperbolehkan masuk," kata Adet.

Mereka pun meminta cara untuk masuk ke dalam Thailand. Dalam peraturan baru tersebut disebutkan bahwa jika ingin memasuki Thailand, seseorang harus mendapatkan permit dari DLT (Department Land Transpot), semacam dinas perhubungan.

"Akhirnya kami bermalam di Danok, 100 meter dari border Thailand. Sepeda motor kami simpan di free border agar ke esok harinya kami bisa ke Songkla, 150 km dari border untuk memproses dokumen."

Thailand, seperti dituturkan mereka, mempunyai peraturan baru yang berlaku pada awal 2017 dan diberlakukan ketika seseorang memasuki negara Thailand dengan memakai kendaraan sendiri. Walaupun Thailand dan Indonesia termasuk anggota ASEAN, tetapi ada beberapa peraturan yang tidak fleksibel.

"Sebelumnya kami sudah mengetahui aturan ini. Namun, sebagai smart traveller, tentu tidak mau membayar 50.000 bath (Rp 18 juta) untuk 5 hari riding di Thailand. Jadi, kami memutuskan untuk on the go melihat langsung dan mencari cara untuk memasuki Thailand tanpa bayar mahal," ujarnya.

Setelah 1 hari penuh bolak-balik ke DLT Tourism Thai, mereka mendapat cara yang murah dalam mendapat permit untuk membawa motor masuk Thailand, dengan biaya resmi, dan tanpa pengawalan seperti yang disyaratkan agen overlander Thailand. Namun, berbagi usaha belum membuahkan hasil.

"Kami kecewa tidak bisa diizinkan masuk Thailand menggunakan sepeda motor kami. Akhirnya, kami kembali ke Indonesia untuk menunggu pembuatan surat permohonan temporary permit kendaraan untuk masuk Thailand yang prosesnya sekitar 15 hari dan membuat multiple visa Thailand," tutup Adet.

BERITA YANG TAK BOLEH DILEWATKAN LAINNYA!

(kpl/nzr/fjr)
TAGS :
Join Otosia.com
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami