Naik Motor Besar Tidak Hanya Cukup Soal Pengalaman

Bagi pemula yang tanpa bekal pengalaman dan tidak memahami karakter moge bisa fatal jadinya jika memaksakan diri menggeber motor berkapasitas cc besar

Rabu, 28 Agustus 2019 17:45
Naik Motor Besar Tidak Hanya Cukup Soal Pengalaman Mengendarai moge (Otosia.com/Nazarudin Ray)

Editor : Ahmad Muzaki
Reporter : Redaksi Otosia

Otosia.com - Meski terbiasa mengunakan roda dua dalam keseharian, namun mengendarai motor besar bukanlah perkara mudah. Di samping bobotnya yang mencapai 200 kg bahkan lebih, serta tenaga yang besar, maka butuh kemampuan ekstra untuk mengendarainya, terlebih berkendara di kota yang padat.

Bagi pemula yang tanpa bekal pengalaman dan tidak memahami karakter moge bisa fatal jadinya jika memaksakan diri menggeber motor berkapasitas cc besar, seperti Harley Davidson.

Bahkan yang terbiasa mengendarai moge pun banyak yang belum paham sepenuhnya bagaimana membesut motor besar yang benar di jalan raya.

“Biar bagaimanapun keterampilan dalam berkendara itu perlu, terutama untuk pemula. Walau mungkin sudah sering berkendara dengan motor lain, dengan Harley-Davidson ada sedikit perbedaan karakter. Misalnya dari bobot sudah pasti beda,” kata Suherli, Director HOG Anak Elang Jakarta Chapter.

1 dari 2 Halaman

Safety Riding Course

imageSafety Riding Course

Sementara untuk biker yang senior bukan berarti juga mahir 100 persen. Biker berpengalaman pun tetap harus mengasah kemampuannya menaklukkan Harley dalam situasi lalu lintas jalan dan medan berbeda.

“Walau sudah sering touring, namun dalam sisi skill serta pengetahuan tentang safety perlu update atau disegarkan. Di sini termasuk ada pelajaran tentang peraturan lalu lintas. Jadi pengalaman saja tidak cukup, ada hal-hal lain yang harus tetap dipelajari dan dipahami terus menerus, supaya dalam praktiknya tidak lupa dan tidak mengulang kesalahan,” papar Suherli.

Terkait dengan hal tersebut, bekerjasama dengan Kepolisian HOG, Anak Elang Jakarta Chapter menyelenggarakan Safety Riding Course untuk pengguna HD. Kegiatan ini diikuti sekitar 80 pembesut moge.

Instruktur sengaja diambil dari Denwal Korlantas Polri, yang terbiasa dan memiliki kemampuan serta pengalaman ‘meliuk-liuk’ bersama Harley saat patroli maupun mengawal pejabat negara di situasi jalan dan cuaca berbeda.

2 dari 2 Halaman

Teknik Kemanan Berkendara

imageTeknik Kemanan Berkendara

“Kegiatan ini tujuannya supaya teman-teman bisa mempelajari cara berkendara yang benar sehingga kalau sudah di jalan raya, perhitungan kita matang,” kata Sahat Manalu, Dealer Principal Anak Elang Harley-Davidson.

Sahat pun menekankan bahwa dalam touring selalu ditujukan untuk dapat berjalan dengan zero accident atau nihil kecelakaan. “Dalam touring, pertama kita harus memastikan kesehatan mesin dan motor kita, kesehatan diri kita sendiri, serta safety riding,” papar Sahat. Tak kalah penting adalah teknik pandangan mata saat cornering dan berbelok maupun berputar.

Instruktur Safety Riding Course 2019 ini adalah Denwal Korlantas Polri, yang dipimpin Ipda Wahyu Martono. “Kita berkendara ingin aman, nyaman dan selamat, sehingga safety riding amat penting dan wajib,” tegas Ipda Wahyu.

Dalam safety riding course tak hanya diajarkan teknik keamanan berkendara dan praktik, namun juga etika berkendara dan mentaati aturan lalu lintas yang ada. “Kegiatan Ini dimulai dengan kelas, sehingga peserta akan tahu teknik dan aturan yang benar. Ingat, kita yang mengendalikan motor, jangan motor yang mengendalikan kita,” jelas pria bertubuh tinggi tegap ini.

(kpl/prl/ahm)

Join Otosia.com
KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami